Surabaya Tuan Rumah Kota Layak Anak Se-Asia Pasifik

Surabaya Tuan Rumah Kota Layak Anak Se-Asia Pasifik

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang selalu dekat dengan anak-anak. foto:dok/enciety.co

Selain itu, kata Arie, wali kota yang hadir dalam forum diskusi tersebut dipilih oleh Pemkot Surabaya dan UNICEF. “Sebenarnya, acara ini diawali ketika Ibu Risma meminta kepada UNICEF untuk mengumpulkan para wali kota agar terwujud pelayanan yang baik bagi anak,” ungkapnya.

Adapun negara-negara yang hadir diperkirakan 80 orang diantaranya negara Hongkong, Vietnam, Malaysia, Brunei, Kamboja. Sedangkan dari dalam negeri hanya Kota Surakarta yang akan diundang. “Surakarta kami undang karena mereka memiliki tata kelola kota dan perlindungan anak yang baik seperti Surabaya,” tandas pria berkacamata itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nanis Chaerani menambahkan, program-program yang akan mendukung forum Surabaya Kota Layak Anak antar lain, kampung pendidikan, kampung arek suroboyo, program puspaga yang di dalamnya terdapat kegiatan parenting untuk anak normal dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Sekolah pranikah, konseling bagi anak maupun keluarga yang mengalami masalah.

“Lalu ada program In House Training bagi Linmas dan Satpol PP untuk meningkatkan kapasitas prespektif perlindungan, program keluarga setara yang memberikan pembinaan kepada keluarag rentan perceraian serta bakti sosial oleh forum arek suroboyo dengan tema peduli gizi terhadap anak-anak di bantaran sungai. “Rencanannya dilaksanakan di Bagong Ginayan Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo,” urainya.

Nantinya, melalui pertemuan ini, Nanis menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif bagi Kota Surabaya dari kebijakan secara budgeter dan non budgeter bagi masyarakat (khususnya anak-anak). “Harapannya mampu diimplementasikan di kota kita,” ucap Nanis.

Selanjutnya, akan berdampak bagi perekonomian Kota Surabaya. “Hotel-hotel di Surabaya akan laku, restoran atau kuliner dan souvenir juga akan laku. Dan lebih penting lagi Kota Pahlawan akan lebih dikenal di negara-negara di dunia,” pungkasnya.