Surabaya-Tangsel Bangun Jaringan Lintas Perkotaan

 

Surabaya-Tangsel Bangun Jaringan Lintas Perkotaan
Tri Rismaharini dengan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany di Balai Kota.

Sistem hubungan antarkota terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Yang mutalhir, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjalin kerjasama jaringan lintas perkotaan dengan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany di Balai Kota.

Risma mengatakan, indikator kota masa depan bukan hanya dilihat dari kemajuan teknologi informasi saja. Melainkan bagaimana kota tersebut membentuk jaringan (networking) dengan kota-kota lain.

“Nah, Surabaya telah menerapkan konsep jaringan kota tersebut dengan banyak kota, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk dengan Tangsel ini,” katanya di Balai Kota, Selasa (15/7/2014).

Kepala Bagian Kerjasama Ifron Hady Susanto yang mendampingi Risma juga menambahkan bahwa Surabaya telah merajut kerjasama sister city dengan delapan kota di luar negeri, dan puluhan kota di dalam negeri.

“Tujuannya memang untuk membentuk jaringan kota yang saling mendatangkan keuntungan. Termasuk kerjasama dengan Tangsel yang baru diteken ini,” ujarnya.

Dalam kunjungan kali ini, Walikota Airin tampaknya ingin serius belajar tentang e-Government dari Surabaya. Dia membawa serta rombongan pejabat dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Selain itu juga ada tim anggaran serta tujuh camat yang kesemuannya berjumlah sekitar empat puluh pejabat SKPD.

Pertemuan di Balai Kota diawali perkenalan masing-masing personel oleh Walikota Airin. Dia lantas menyebutkan bahwa maksud kedatangannya kali ini yakni untuk belajar tentang manajemen pemerintahan. Sebagaimana diketahui, bahwa selama ini Surabaya memang dikenal sebagai kota yang mampu menjalankan pengelolaan dengan sangat baik.

“Pengalaman Kota Surabaya sudah tidak diragukan lagi. Oleh karenanya, transfer ilmu sangat berguna bagi kota kami yang baru menginjak usia lima tahun,” kata Airin.

Dilanjutkan Tri Rismaharini memaparkan tentang sistem manajemen sumber daya pemerintahan atau yang lebih dikenal dengan GRMS (Government Resources Management System). Penjelasan mengenai proses pembangunan disampaikan secara rinci mulai usulan hingga realisasi.

“Setelah usulan masyarakat melalui e-musrenbang disetujui, kemudian diproses masuk ke e-budgeting dan perencanaan. Semua dilakukan serba online dengan pemanfaatan teknologi informasi,” papar Risma.

Tak hanya itu, mantan kepala Bappeko itu juga menerangkan berbagai program Kota Surabaya di segala bidang. Antara lain, pendidikan, kesehatan, pertamanan, pembangunan infrastruktur hingga penanganan banjir.

Kesempatan bertemu langsung dengan Walikota Surabaya tak disia-siakan para pejabat Tangsel yang hadir. Sejumlah pertanyaan diajukan kepada Risma guna menggali lebih dalam bagaimana cara Pemkot Surabaya menerapkan program-programnya. Risma pun meladeni setiap pertanyaan seputar manajemen kota dengan penuh semangat.

Apalagi ketika ditanya tentang GRMS, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, lancar memberi penjelasan secara gamblang. Hal tersebut lantaran Risma lah yang kala itu mencetuskan GRMS di Surabaya. Saat itu, dia masih menjabat sebagai Kepala Bina Pembangunan (sekarang Bina Program).

Mendapat penjelasan itu, Airin mengaku puas. Dia berharap apa yang didapat dari kunjungan ini dapat diterapkan di Tangsel sehingga pembangunan di sana berjalan efektif dan efisien. “Semoga reformasi birokrasi di Tangsel bisa berjalan sebaik di Surabaya,” katanya.

Usai pertemuan, Airin beserta segenap rombongan dari Tangsel diajak Wali Kota Risma berjalan kaki menuju unit layanan pengadaan (ULP) yang letaknya persis di sebelah balai kota. Di situ, rombongan Tangsel bisa melihat langsung cara kerja dan sistem yang dipakai di ULP. (wh)