Surabaya Tambah 5 Broadband Learning Center

Surabaya Tambah 5 Broadband Learning Center
Pelatihan UMKM yang dilaksanakan di BLC Taman Prestasi.

Jumlah Broadband Learning Center (BLC) Surabaya bakal bertambah 5 titik. Rencananya, tanggal 13 Februari 2014 mendatang, kelima titik tersebut akan diluncurkan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Antiek Sugiharti.

“Nanti yang baru ada di Rusun Grudo, Rusun Tanah Kali Kedinding, kantor kecamatan Gunung Anyar, kecamatan Wiyung, serta bekas kantor kelurahan Wonorejo,” paparnya kepada enciety.co.

Dengan penambahan ini berarti ada 11 BLC di Surabaya. Pusat pelatihan komputer yang dibentuk sejak tahun 2012 itu merupakan fasilitas pembelajaran IT bagi masyarakat Surabaya. Semula, BLC adalah produk Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tekom Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur. CSR tersebut diikat dalam MoU dengan Pemkot Surabaya. Selanjutnya, BLC dikelola Diskominfo Surabaya.

“BLC ini gratis. Siapapun boleh memanfaatkan. Tujuannya supaya warga kota melek IT, menuju Surabaya Smart City,” terang Antiek.

Selain fasilitas internet gratis, Diskominfo Surabaya menawarkan beragam paket pelatihan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Antiek membeberkan, setidaknya ada 3 jenis pelatihan yang diselenggarakan secara berkala setiap Senin sampai Jumat. “Ada Open Office, Desain Grafis, dan internet. Masing-masing sebanyak 30 kali pertemuan, di akhir dapat sertifikat,” ujarnya.

Bagi yang menginginkan pelatihan singkat 5 kali pertemuan, tak perlu khawatir. “Ada juga paket UKM dengan materi desain dan internet, lalu paket singkat open office, paket singkat desain grafis, dan paket internet,” tambahnya.

Lokasi-lokasi Broadband Learning Center yang dekat dengan ruang publik seperti taman kota dan rumah susun (rusun), membuatnya banyak dikunjungi. Antiek menyebutkan, jumlah kunjungan dan peserta pelatihan di tahun 2013 semakin meningkat, dibandingkan tahun 2012. Berdasarkan catatan Diskominfo, di tahun 2013 lebih dari 1.000 orang mengunjungi BLC per bulan.

Berkat Broadband Learning Center, Surabaya meraih penghargaan FutureGov Awards 2013 di Thailand untuk kategori Digital Inclusion. Menyisihkan 800 kota se-Asia Pasifik, Kota Pahlawan dinilai unggul dalam menggunakan teknologi guna menjembatani kesenjangan digital di tengah masyarakat. Ke depan, Pemkot Surabaya bertekad terus menambah jumlah titik BLC agar masyarakat pun semakin siap menghadapi tantangan AFTA 2015.

“Sekarang mungkin masih 6 titik, di Taman Flora, Taman Prestasi, Rusun Penjaringansari, Rusun Tanah Merah, Rusun Urip Sumoharjo, dan Rusun Made. Sebentar lagi diluncurkan 5 titik. Tapi kami terus akan mengembangkan jangkauan,” tuturnya.

Antiek mengungkapkan, pemkot ditantang agar inovatif dalam mengemas pelatihan yang sesuai kebutuhan masyarakat. “Kita juga pengen disampaikan agar menggunakan internet yang sehat dan tidak melanggar hukum. Lagipula sekarang kan banyak penipuan dan situs-situs porno,” imbuh dia.

Diskominfo sendiri berupaya menyosialisasikan program Broadband Learning Center ini dengan terjun ke sekolah dan kelurahan.(wh)