Surabaya Sistem Downgrade Laksanakan BPJS

Surabaya Sistem Downgrade Laksanakan BPJS

Pemkot Surabaya bakal menerapkan sistem downgrade dalam pelaksanaan pengobatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sistem tersebut akan diterapkan di dua rumah sakit, yakni RS dr Soewandhie dan RS Bakti Dharma Husada

“Saya sudah sampaikan dua rumah sakit di bawah naungan pemkot itu (RS Dr Soewandi dan RS Bakti Dharma Husada) bersiap diri. Jangan kelas tiga tidak kebagian kamar,” tegas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma lalu menjelaskan, dalam penerapam sistem downgrade untuk kelas VIP akan digunakan kelas I, kelas I digunakan kelas II, dan kelas II digunakan untuk menambah kamar atau bed di kelas III. “Ini dilakukan agar jumlah kamar kelas III bisa lebih banyak,” cetusnya.

Selain dua rumah sakit tersebut, ada 46 rumah sakit lain selain puskesmas yang juga telah menerapkan BPJS Kesehatan ini.

Risma memprediksi jumlah peserta kelas tiga akan membludak karena terkait biaya. Untuk kelas satu biayanya Rp 59.500, kelas dua Rp 42.500, dan kelas tiga Rp 25.500. Dengan klasifikasi tersebut diperkirakan kelas tiga akan banyak dipilih masyarakat.

Wali kota perempuan di Surabaya itu optimistis pelaksanaan BPJS Kesehatan bakal berjalan lancar. Karena dengan sistem ini, justru sistem keanggotaan untuk pelayanan kesehatan semakin singkat.

“Dulu software untuk jamkesmas kuota dan jamkesmas non kuota  dibedakan, sekarang semua jadi satu,” ungkapnya.

Risma juga menekankan masyarakat tak perlu resah dengan sistem ini biaya kesehatan akan lebih mahal. “Justru biaya akan lebih murah. Saya harap masyarakat segera mengurus kartu keanggotaan BPJS-nya,” tandasnya.

Risma juga menegaskan, pemkot menyiapkan dana cadangan Rp 200 miliar untuk peserta jamkesmas non kuota. Jumlah ini lebih besar dari jumlah sebelumnya, yakni Rp 48 miliar. (wh)