Surabaya Rumuskan Kurikulum Antinarkoba

Surabaya Rumuskan Kurikulum Antinarkoba
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama siswa siswa SMP dan SMA saat menghadiri acara “Surabaya Resik Narkoba” di JX International, Selasa (9/6/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Perang terhadap peredaraan narkoba terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali ini, pemkot menggelar acara “Surabaya Resik Narkoba” di JX International, Selasa (9/6/2015).

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan peredaran narkoba hari ini bukan hanya mengancam generasi remaja, namun sudah mencapai usia anak-anak.

“Untuk menyikapi anak-anak yang terjerat kasus narkoba, ada tiga cara yang harus dilakukan yakni pencegahan, rehabilitasi dan penindakan,” ujar Risma.

Dia lalu menjelaskan, kebanyakan anak-anak tersebut dibohongi dan diperalat oleh orang-orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Kebanyakan anak-anak itu dimanfaatkan untuk mengantarkan barang tersebut karena rasa ingin tahu anak tersebut besar maka anak tersebut mencoba barang haram tersebut,” imbuhnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Badan Narkotoka Nasional (BNN) akan merumuskan kurikulum lokal yang berisi materi tentang anti narkoba.

“Nantinya mulai diberlakukan mulai 2016 mendatang,” ungkap wali kota perempuan pertama Surabaya itu.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ihsan menutrurkan, kurikulum antinarkoba ini merupakan amanah dari undang-undang untuk melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. Modul tersebut, kata Ihsan, sudah direview oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kota Surabaya.

“Yang sudah siap untuk kurikulum ini adalah SMK, SMA dan SMP. Tahun ini, sekolah di Surabaya sudah menggunakan kurikulum tersebut,” kata Ihsan

Ia menjelaskan, kurikulum antinarkoba ini berbasis aplikatif. Sehingga bisa masuk ke semua mata pelajaran siswa. Contohnya, untuk bidang studi matematika. Dalam pelajaran matematika ada pelajaran membuat grafik.

Untuk membuat grafik tersebut, katanya, diperlukan data-data lapangan. Siswa dalam hal ini harus menyebarkan kuisioner untuk mendapatkan data tersebut. Salah satu materi tersebut adalah berkaitan dengan narkoba.

“Misalnya ada kuisioner yang menyatakan ngerti enggak jenis-jenis narkoba. Ngerti enggak bahayanya. Ini bersifat tematik dengan pembelajaran yang ada. Nanti bisa juga masuk ke mapel PPKN, bahasa dan lain-lain,” jelasnya.

Kurikulum anti-narkoba ini, sudah dilakukan percobaan di Surabaya melalui program di sekolah, yakni konselor sebaya. Program ini salah satu cara bagi pendampingan kepada penyalahgunaan narkoba. Dengan kurikulum ini nantinya akan disempurnakan dalam bentuk modul.

“Nantinya di sekolah, siswa akan mendapatkan 12 modul kurikulum anti-narkoba ini,” ujarnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala BNN Irjen Pol Dr. Anang iskandar, kepala BNN Jawa timur Brigjen Pol. Drs. Iwan Ibrahim dan  Kepala BNN Kota Surabaya Kompol Suparti serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ihsan. (wh)