Surabaya Raih Dua Kategori MDGs Awards 2013

Surabaya Raih Dua Kategori MDGs Awards 2013

 

Surabaya berhasil meraih Millenium Development Goals (MDGs) Awards 2013. Dua kategori disabet sekaligus, yakni kategori pendidikan bidang pengembangan layanan perpustakaan umum Kota Surabaya dan kategori kesehatan ibu dan anak melalui pembentukan kelompok KB pria vasektomi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerimanya langsung di Ballroom Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014) malam. “Dua penghargaan itu didedikasikan kepada seluruh warga Surabaya yang telah mendukung program-program pemerintah kota,” katanya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima penghargaan MDGs 2013
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima penghargaan MDGs 2013

Ditegaskan, untuk bidang pendidikan dengan substansi pengembangan layanan perpustakaan umum, pemkot ingin mewujudkan masyarakat yang gemar membaca. Sehingga itu menjadi prioritas pemkot beberapa tahun terakhir.

“Buktinya, saat ini jumlah taman baca dan perpustakaan mencapai 980 titik. Lokasi-lokasi tersebut meliputi sekolah, balai RW, puskesmas, rumah sakit, dan taman-taman dengan koleksi mencapai 1 juta buku,” papar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Menurut Risma, kekuatan perpustakaan Surabaya terletak pada aktifnya respons masyarakat. Salah satu indikatornya, terjadi peningkatan minat baca masyarakat. “Dalam setahun terakhir jumlah kunjungan ke perpustakaan dan taman baca tercatat sebanyak 14.206.000 kunjungan,” ungkapnya bangga.

Tak sedikit pula masyarakat yang memperoleh manfaat secara ekonomi dari membaca buku di perpustakaan maupun tamam baca. “Banyak sekali warga yang mulai membuka usaha kecil atau menengah setelah mendapat ilmu dari buku yang dibaca. Jadi bisa dikatakan keberadaan perpustakaan memberi manfaat,” ujar Risma.

Selain itu, ia juga menjelaskan keterkaitan antara kesehatan ibu dan anak dengan pembentukan kelompok KB pria vasektomi. Selama ini, sasaran program KB selalu dikaitkan dengan ibu-ibu. Padahal, beban yang harus dipikul seorang ibu sudah cukup berat. Mulai dari menjalani masa-masa kehamilan, menyusui, merawat anak, hingga mengurus pekerjaan rumah tangga. Beban tersebut semakin bertambah jika sang ibu juga menjalani program KB.

“Padahal, tidak semua metode KB cocok dengan kondisi tubuh ibu. Kalau kesehatannya sampai terganggu, maka anak-anak juga akan terpengaruh. Oleh karenanya, sasaran KB kini tidak hanya ibu-ibu melainkan kaum pria juga didorong aktif ber-KB,” terangnya.

Dikatakan Risma, MOP (metoda operasi pria) atau yang biasa dikenal dengan istilah vasektomi jauh lebih mudah, cepat, dan tidak menimbulkan efek samping dibanding MOW (metoda operasi wanita). Proses MOP pun cukup singkat, hanya butuh waktu 10-15 menit saja.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga kota yang telah mendukung suksesnya program-program di Kota Surabaya. Namun demikian, yang terpenting bukanlah penghargaan yang diraih tapi bagaimana masyarakat dapat terlayani dengan baik. Itu intinya,” tutur wali kota terbaik dunia versi Citymayor.com itu.

Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. DR. Nila F. Moeloek mengatakan, Indonesia MDGs Awards 2013 mencoba menjawab berbagai tantangan yang masih harus dihadapi. Dengan tema “Beraksi untuk Negeri”, MDGs merupakan jawaban terhadap kondisi pembangunan manusia yang berkembangdi seputar pergantian milenium. Keprihatinan terhadap angka kemiskinan, kematian ibu dan anak, akses pendidikan dan fasilitas kesehatan, serta lingkungan yang buruk menggarisbawahi kenyataan bahwa masih banyak yang harus dikerjakan demi merealisasikan tujuan-tujuan pembangunan.

Moeloek menambahkan, penyelenggaraan Indonesia MDGs Awards dilandasi oleh pandangan bahwa upaya percepatan pencapaian target-target MDGs bisa berjalan lebih efektif dan terarah bila prestasi pembangunan diberikan apresiasi yang selayaknya. “Pemberian penghargaan sebagai apresiasi terhadap praktik-praktik cerdas yang dihasilkan oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya.(wh)