Surabaya Peringkat Teratas Laporan Kasus Korupsi

Surabaya Peringkat Teratas Laporan Kasus Korupsi
Foto : Soedi Wibowo.

Hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) 2013 di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, jumlah tindak pidana korupsi (tipikor) limpahan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berada di urutan pertama se-Jatim. Sebanyak 19 perkara korupsi berhasil dilimpahkan Kejari Surabaya ke pengadilan Tipikor.

Wakil Panitera PN Surabaya Soedi Wibowo mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun 2012-2013, jumlah perkara korupsi yang berada di Kejaksaan Negeri se-Jatim sebanyak 141 perkara. Rekapitulasi data korupsi ini merupakan pendataan jumlah perkara yang dilimpahkan oleh Kejari se-Jatim.

“Jumlah perkara tindak pidana korupsi tahun 2013 pada PN Surabaya 141 perkara. Ini semua limpahan dari Kejari yang ada di seluruh Jatim,” ujar mantan Panitera Muda (Panmud) PN Surabaya itu, Senin (30/12).

Soedi menjelaskan, dibandingkan tahun 2012, perkara tindak pidana korupsi di tahun 2013 meningkat. Tercatat pada tahun 2012, 129 perkara korupsi dilimpahkan ke PN Surabaya. “Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah perkara korupsi yang masuk ke PN Surabaya mengalami peningkatan,” ujarnya.

Sementara pelimpahan perkara yang berasal dari Kejari Surabaya sebanyak 19 perkara, dengan total jumlah kerugian negara sebesar Rp 277,3 miliar. Fakta inilah yang menjadikan Kota Surabaya menduduki rangking pertama tindak pidana korupsi yang ditangani Kejari Surabaya.

Secara umum, jumlah perkara korupsi se-Jawa Timur yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya berjumlah 141 perkara beserta total kerugian negara mencapai Rp 837,6 miliar.

Ditemui secara terpisah, Humas Pengadilan Tipikor, Gazalba Saleh mengungkapkan, selama periode tahun 2012-2013 itu Kejaksaan Negeri yang paling banyak melimpahkan perkara korupsi di Tipikor ialah Kejari Surabaya. Dari 34 Kejari yang ada di seluruh Jatim tersebut, lanjutnya, Kejari Surabaya melimpahkan 19 perkara.

Kejari yang berada di urutan ke dua dalam tindak pidana korupsi adalah Kejari Bojonegoro. Sebelas perkara korupsi dilimpahkan ke Pengadilan tipikor dengan total kerugian negara mencapai Rp 112,9 miliar. “Untuk total kerugian negara terbanyak ketiga berhasil ditangani Kejari Kediri. Totalnya Rp 104,9 miliar,” urainya.

Gazalba mengungkapkan, pejabat sekelas bankir di bank BUMN maupun BUMD sering menjadi terdakwa korupsi. Termasuk salah satu terdakwa yang merupakan nasabah di sebuah Bank.(wh)