Surabaya Masuk Lima Besar Pasar Properti Potensial di Asia

Kota Surabaya

Surabaya masuk dalam lima besar (top five) kawasan potensial investasi properti di Asia. Di samping pertumbuhan ekonominya tinggi, daya dukung infrastruktur juga memadai. Pemilihan Kota Pahlawan ini sebagai lima besar kawasan potensial investasi di Asia berdasarkan penilaian portal properti global, Lamudi.
Managing Director Lamudi Indonesia, Karan Khetan mengatakan, selama ini investor hanya memikirkan beberapa kota saat berinvestasi di sektor properti. Kota – kota itu di antaranya London, New York, Singapura, serta Jakarta. “Namun kota-kota lain di Asia ternyata juga memiliki peluang bagi investor yang mencari kesempatan untuk berinvestasi di property. Salah satunya Surabaya, ” ujar Karan.
Surabaya terpilih sebagai top five kawasan potensial properti Asia karena memiliki banyak potensi bagi investor real estate. Pertumbuhan ekonomi Ibukota Jawa Timur ini berada di angka 7.6 persen. Di Kota Pahlawan ini, sektor retail semakin berkambang, sedangkan pertumbuhan infrastruktur semakin memadai. “Pemerintah daerah pun mulai berusaha untuk menyambungkan sisi barat dan timur kota tersebut. Langkah ini akan menarik banyak investor asing dan mendukung para pemilik bisnis untuk memanfaatkan ruang kantor yang terus berkembang di kota ini,” ujar Karan.
Selain Surabaya, kota lain yang masuk top five adalah Kolombo (Sri Lanka), Faisalabad (Pakistan), Irbid(Yordania), dan Chittagong (Bangladesh). Kolombo, yang merupakan kota terbesar dan pusat komersial Sri Lanka, saat ini sedang mengalami transformasi besar-besaran. Gedung-gedung pencakar langit telah menghiasi kota ini dalam lima tahun terakhir. Faisalabad dinilai sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Pakistan yang mengalami pertumbuhan pembangunan dan konstruksi secara pesat. Kota ini mempunyai sektor industrial yang besar, penuh dengan kesempatan berinvestasi. Selanjutnya, Irbid, Yordania dinilai sebagai kota yang konsentrasi di real estate, service finansial dan pariwisata. Kota dengan populasi terbesar ketiga di Yordania ni, kata Karan, mempunyai banyak karakteristik yang menarik para investor real estate.
Kota berikutnya adalah Chittagong, Bangladesh. Kota ini dinilai sebagai pusat komersial, industrial dan finansial di selatan Bangladesh. Lokasinya yang strategis dan jaraknya yang dekat dengan Myanmar dan India, serta jaringan transportasi yang aktif, memfasilitasi perkembangan industrial. (bst)