Surabaya Kandidat Kota Sehat se-Jatim

 

Surabaya Kandidat Kota Sehat se-Jatim
Pelayanan kesehatan di Surabaya yang sangat mudah diakses.

Tim verifikasi Provinsi Jawa Timur Rabu (3/9/2014) sedikitnya mengunjungi 31 obyek tempat sehat di seluruh Kecamatan Surabaya. Ini lantaran Surabaya masuk sebagai kandidat kota sehat se-Jawa Timur.

Kepada tim verifikasi yang datang di Balai Kota, Sekretaris Daerah Kota Surabaya (Sekda) Hendro Gunawan menjelaskan, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk mempermudah warga Surabaya bisa mendapatkan akses kesehatan.

“Diantaranya dengan memperbarui grade puskesmas. Puskesmas di seluruh Surabaya kini telah memenuhi syarat sebagai pelayanan dasar,” ujarnya.

Ini karena puskesmas telah memberikan pelayanan rawat inap dan dokter spesialis di seluruh puskesmas Surabaya. “Ini merupakan upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga. Sehingga selama bisa ditangani di puskesmas, warga tidak perlu ke rumah sakit,” bebernya.

Menurut Hendro,kota sehat juga bisa dilihat dari kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu, pendidikan di Surabaya juga mulai gratis.Sehingga tidak ada alasan warga tidak bisa sekolah.

“Kita juga memberdayakan beberapa lahan untuk mencukupi kebutuhan dan meningkatkan pendapatan warga serta mengoptimalkan keberadaan UMKM,” tuturnya.

Di sisi lain pada tahun ini, Pemkot Surabaya juga mengajukan empat tatanan kesehjateraan Surabaya. Yakni, kawasan permukiman, sarana dan prasarana sehat dengan objeknya di Kecamatan Jambangan, lalu ketahanan pangan dan gizi dengan fokus di Kecamatan Lakarsantri, dan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri dengan fokus di Kecamatan Kenjeran.

Ini juga dioptimalkandi kawasan Semampir.“Bapak dan ibu silahkan melihat upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemkot di lokasi-lokasi tersebut,” jelas Hendro kepada tim verifikasi kota sehat Jatim.

Dari 31 obyek yang dinilai tersebut, tim verifikasi juga mendatangi sentra PKL Karah, taman Jangkar, kampung PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), galeri UKM daur ulang, pengelolaan sampah (mesin penghancur plastik), dan sekolah adiwiyata SMPN 36 Jambangan Surabaya. (wh)