Surabaya Jual Listrik 2 Megawatt ke PLN dari Olah Sampah

Surabaya Jual Listrik 2 Megawatt ke PLN dari Olah Sampah

Sekretaris DKP Surabaya Aditya Wasita, foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Sedikitnya 1.400 ton sampah per hari masuk ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Benowo Surabaya diolah menjadi listrik. Hingga tahun ini, listrik yang dihasilkan dari TPA Benowo mencapai 2 megawatt dan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Aditya Wasita, saat memberi keterangan pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (14/4/2016).

Aditya lalu mengatakan listrik berbasis sampah yang diterapkan di Kota Pahlawan berdasarkan arahan Presiden untuk mendorong pengolahan sampah menjadi listrik di tujuh kota.

“Kota Surabaya adalah salah satu dari tujuh kota yang berhasil mengembangkan listrik berbasis sampah. Dan hasil listrik 2 megawatt telah dibeli oleh PT PLN sejak tahun 2015 lalu sebesar Rp 1.250 per kilowatt-nya,” kata Aditya.

Direncanakan, listrik yang dapat dihasilkan dari 1.400 ton sampah per hari dari masyarakat kota Surabaya tersebut dapat menghasilkan energi gas metan yang diubah menjadi listrik sebesar 10 megawatt.

Selama ini, terang Aditya, DKP Kota Surabaya menggunakan metoda sanitary landfill (tempat pemusnahan sampah yang berupa cekungan atau tanah yang digali dan digunakan untuk menimbun sampah red).

Dengan metoda ini, pemusnahan sampah yang paling efektif. Pasalnya, sampah yang dimusnahkan dalam tanah tidak akan menyebar dan mengotori lingkungan. Selain itu, dengan metoda tersebut yang diolah mampu menghasilkan gas metan.

Untuk diketahui,  DKP yang mempunyai kontrak kerjasama selama 20 tahun dengan PT Sumber Organik dan berakhir pada 2023 akan mendatangkan mesin gasifikasi dari Jerman.

“Alatnya belum datang dan kami masih persiapkan infrastrukturnya. Diharapkan pada 2017 nanti selesai dan bisa digunakan untuk menghasilkan 10 megawatt listrik,” jelas Aditya. (wh)