Surabaya Gelontor Rp 2 M untuk Pilot Berprestasi

Surabaya Gelontor Rp 2 M untuk Pilot Berprestasi

 

Selain membenahi infrastruktur berupa jalan-jalan dan taman-taman kota baru, Pemkot Surabaya juga meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, sejak sekarang semua stakeholder di Kota Pahlawan harus menyiapkan SDM. SDM harus profesional dan siap bersaing menghadapi tantangan ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang resmi diberlakukan pada 2016 mendatang.

“Kita harus tingkatkan kualitas SDM. Kita harus berubah karena pada AFTA nanti, bukan hanya pengusaha luar negeri yang datang. Tenaga kerja dari negara-negara ASEAN juga tidak ada larangan datang ke Surabaya. Dan kita harus bisa survive, jangan mau kalah,” tegas Risma saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Surabaya 2014 dalam rangka penyusunan rencana kerja pembangunan daerah 2015 di Ruang Pola Gedung Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya, Kamis (27/3/2014).

Risma menegaskan, semua pihak harus bersinergi. Sebab, pemkot Surabaya telah berusaha memfasilitasi dengan melakukan berbagai pelatihan UKM. Rumah Bahasa juga didirikan dengan tujuan meningkatkan skill warga.

Risma mengaku gelisah karena 80 persen usulan yang disampaikan warga masih sebatas usulan pembangunan fisik. “Makanya, saya mendorong para SKPD agar mulai mencantumkan pembangunan SDM dalam penyusunan rencana kerja tahun 2015. Termasuk di antaranya usulan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi yang memiliki skill di bidang tertentu,” jabar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sebelumnya, pemkot memberikan beasiswa kepada siswa yang memiliki skill perawat agar bisa bekerja di luar negeri. Selanjutnya, pemkot berencana memberikan beasiswa bagi siswa yang memiliki skill menjadi pilot. Ini karena jumlah pilot pribumi yang bekerja di maskapai penerbangan Indonesia, jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan pilot asing.

“Ini saya juga masih menunggu usulan dari akademisi. Saya lagi mencari apa lagi,” ujar Risma.

Risma mengungkapkan, pemkot mempersiapkan dana beasiswa bagi siswa-siswi SMA yang ingin meneruskan karir menjadi pilot. Dana Rp 2 miliar dari APBD siap digelontorkan. “Beasiswanya itu buat 10 calon pilot yang berprestasi tapi dari kalangan yang tidak mampu. Nanti disekolahkan selama 2 tahun,” paparnya.

Akses jalur lingkar luar timur dan barat juga mendapatkan sorotan, seiring dibukanya pelabuhan Teluk Lamong pada 2015. Namun, walikota perempuan pertama di Surabaya ini berharap, pesatnya pembangunan di Surabaya, tidak membuat warga buru-buru menjual tanahnya dan berpindah ke kota lain.

“Pembangunan ini ya untuk warga Surabaya. Saya tidak ingin pembangunan ini yang menikmati malah orang lain,” tandasnya.(wh)