Surabaya Geber Gerakan Massal Berantas Nyamuk Demam Berdarah

Surabaya Geber Gerakan Massal Berantas Nyamuk Demam Berdarah
Apel PSN di Balaikota Surabaya dipimpin langsung oleh Tri Rismaharini Walikota Surabaya, dan diikuti siswa, Camat, Lurah, LKMK, dan seluruh PNS Pemkot Surabaya. Foto: humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota Surabaya ambil langkah cepat dengan melakukan gerakan massal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh Surabaya. Ini dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setelah sedikitnya 61 warganya terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dua di antaranya meninggal dunia.

Apel Gebyar PSN 2015 ini diikuti oleh ribuan warga Surabaya di Taman Surya, Minggu (1/2/2015) pagi. Di antaranya seluruh camat, lurah, LKMK masing-masing kelurahan, pelajar se-Surabaya, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Risma berharap dengan dilakukannya gebyar PSN 2015 ini dapat menggugah semangat dan tanggung jawab para kader PSN yang tersebar di seluruh Surabaya. Menurutnya, gerakan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, sebagai kader PSN misalnya bumantik dan wamantik harus terus mengingatkan keluarga, teman, dan tetangga akan bahaya DBD.

“Mari kita bersama-sama menyukseskan gerakan PSN dengan selalu melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Misalnya seminggu sekali membersihkan saluran air, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air, rutin menguras bak mandi, dan melakukan pemantaun jentik,” katanya kepada sedikitnya 1.500 peserta apel.

Menurut wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, DBD tidak hanya dapat terserang di rumah saja. Melainkan bisa di tempat lain seperti Sekolah, mall, perkantoran, bahkan tempat-tempat yang cenderung bersih. Untukitu, Risma mengajak seluruh siswa dan guru serta elemen masyarakat lainnya untuk melakukan 4 M plus Menguras, Mengubur, Menutup, Memantau. Risma juga berpesan kepada seluruh SKPD di lingkungan pmekot untuk melakukan pemantauan.

“Luangkan waktu setengah jam saja untuk melakukan pemantaun. Saya banyak menemukan masih banyak tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk di kantor-kantor SKPD. Apabila ditemukan jentik nyamuk segera dilakukan tindakan. Jika sampai ada korban nantinya kita sendiri yang rugi,” tuturnya.

Risma menegaskan, cukup dua korban meninggal akibat kasus DBD di Surabaya. Melalui gerakan PSN bisa mewujudkan Surabaya bebas dari DBD. Sehingga, tidak ada lagi warga Surabaya yang meninggal karena DBD.

“Gerakan PSN ini tidak hanya menyelamatkan satu nyawa saja, melainkan nyawa seluruh keluarga Surabaya. Jika kasus DBD bias ditekan dan turun di Surabaya, secara otomatis warga Surabaya sehat dan sejahtera,” tandasnya.

Bersamaan itu pula di seluruh wilayah Surabaya juga dilakukan kerja bakti serentak untuk memberantas sarang nyamuk. Selesai apel, Wali Kota melakukan sidak lapangan ke Kelurahan Bratajaya RW 6 Surabaya. (wh)