Surabaya Dukung Pengurangan Kantong Plastik Berbayar

Surabaya Dukung Pengurangan Kantong Plastik Berbayar
(ki-ka)Wawan Some (Ketua Komunitas Nol Sampah), Kepala BLH Musdik Ali Suhudi, Kepala Kepala DKP, Chalid Buhari memberikan keterangan pers, Kamis (18/2/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya mendukung pengurangan penggunaan kantong plastik dengan cara berbayar.

Hal tersebut berdasarkan adanya surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomo SE.1/Menlhk-PSLB3/2016 tanggal 29 Januari 2016 lalu. Dalam surat edaran ini, diharapkan kantong plastik akan diterapkan berbayar Rp 200 per kantongnya.

Dengan berkurangnya sampah kantong plastik di kota Pahlawan, diharapkan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Benowo dapat digunakan untuk pembuatan listrik dengan gas metan.

“Kota Surabaya diharapkan dua tahun ke depan dapat memproduksi listrik sendiri melalui sampah sebesar 1.250 KVA. Dan ini adalah satu-satunya di Indonesia yang terbukti dengan Presiden mencanangkan kota Surabaya untuk mempercepat listrik yang dihasilkan melalui sampah,” ujar Kepala DKP Surabaya, Chalid Buhari dalam jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (18/2/2016).

Tercatat, per harinya ada 900  penggunaan kantong plastik di Surabaya. Di antaranya 300 kantong plastik dari rumah tangga dan 600 kantong plastik ritel pasar modern. Data tersebut belum diperoleh dari penggunaan kantong plastik di pasar tradisional.

Senada, Ketua Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, mengatakan di Surabaya, sampah plastik di tahun 2008 mencapai 5,6 persen dari total sampah secara keseluruhan. Aangka tersebut meningkat menjadi 10 persen pada tahun 2012 dan saat ini mencapai sekitar 17,5 persen dari plastik. Dan sekitar 3 persen dari sampah plastik tersebut adalah kantong plastik.

“Kami hari ini telah melakukan gerakan Indonesia diet kantong plastik di Ciputra World. Setiap pengunjung yang berbelanja, kantong plastiknya akan kami ganti dengan kantong kain yang bisa dipakai berulang kali,” tegas Wawan Some. (wh)