Surabaya Didrop Sapi NTT 5 Ribu Ekor Sebulan

Surabaya Didrop Sapi NTT 5 Ribu Ekor Sebulan
foto: enciety.co

Sudah tiga bulan ini Surabaya digerojok sapi potong asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 5 ribu ekor per bulan. Pengiriman sapi tersebut merupakan kali pertama setelah akhir tahun 2011 sempat terhenti.

Bedanya, sapi yang dikirim dari NTT tujuan Surabaya tahun 2011 merupakan sapi bibit untuk penggemukan. Tapi saat ini sapi yang dikirim merupakan sapi potong tanpa didahului proses penggemukan.

“Kami mengangkut sapi potong asal NTT ini dalam satu kapal mengangkut 600 ekor. Rata-rata dalam sebulan antara 2.000 sampai 2.500 ekor. Dulu sekitar empat tahun lalu sapi untuk penggemukan. Tapi sekarang ini sapi siap potong,” kata Direktur Utama PT Suntraco Intim Transport, Subiyanto Wijaya.

Sapi NTT  kata Subiyanto, memiliki ciri warna coklat. Sapi ini dikirim langsung ke pedagang, sebagian ada yang dikirim ke Jakarta. Jumlah kiriman sapi NTT tujuan Surabaya sebenarnya mencapai sekitar 5 ribu ekor per bulan. Karena selain Suntraco masih ada lagi satu perusahaan pelayaran juga mengakut dengan jumlah yang sama per bulan.

“Kami kira Surabaya tidak bakal kekurangan daging sapi. Karena kiriman sapi asal Kupang cukup besar ditambah sapi dari Madura dan Banyuwangi yang warnanya putih. Jadi lebih dari cukup,” kata Subiyanto.

Pemilik 9 kapal general cargo dan semi kontainer rute tunggal Surabaya-Kupang ini menjelaskan, Saat ini jumlah sapi di NTT sangat banyak. Karena sudah empat tahun tidak dikirim keluar daerah. Ukuran sapi juga sudah besar dan siap dipotong.

Mengingat besarnya permintaan pemuatan sapi tersebut pihaknya dalam beberapa minggu terakhir ini merelakan kapalnya berlayar dari Surabaya tujuan Kupang dalam kondisi kurang muatan.

“Beberapa minggu ini kapal tujuan Kupang tidak menunggu muatan penuh. Karena kapal sudah ditunggu di Kupang untuk mengangkut sapi tujuan balik Surabaya. Kami berharap layanan di Pelabuhan Tanjung Perak tetap lancar. Karena kalo terlambat bongkar bisa berakibat sapinya mati,” tambah Subiyanto. (wh)