Surabaya Butuh Tambahan Rusunawa

Surabaya Butuh Tambahan Rusunawa

Kebutuhan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) di Kota Surabaya dinilai mendesak.  Ini menyusul membeludaknya pendaftar.

Kepala Seksi Pemanfaatan Rumah dan Bangunan Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya Doni Ardian di Surabaya, mengatakan, sampai Agustus 2015 sudah ada sekitar 2.764 kepala keluarga (KK) yang terdaftar dalam daftar tunggu rusunawa.

Dia berharap pembangunan rusunawa bisa dilakukan pada 2016 ini karena rencana pembangunan pada 2015 tidak terlaksana. “Sebagai gantinya pembangunan Rusunawa tersebut bakal dilaksanakan tahun ini,” katanya.

DPRD dan Pemkot Kota Surabaya sudah menyetujui penggunaan lahan untuk pembangunan rusunawa ini. Sesuai rencana pembangunan rusunawa akan dibangun di beberapa wilayah, antara lain di bekas lahan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Keputih seluas 25 ribu meter persegi (m2). Lalu, di bekas pergudangan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan dengan luas di Tambaksari sekitar 13.701 m2.

Lokasi lainnya ada di Dukuh Menanggal dengan luas sekitar 10.000 m2, Sememi dengan luas lahan sekitar 7.000 m2, Penjaringan luas sekitar 1.750 m2, Jambangan seluas 1.244 m2, dan Siwalankerto sekitar 3.000 m2.

“Untuk anggarannya, sudah diajukan jauh-jauh hari dari bantuan pemerintah pusat, yaitu dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.

Dalam surat Wali Kota Surabaya Nomer 640/1393/436.6.18/2015 perihal pembangunan Rusunawa di Kota Surabaya ditujukan untuk membantu pemenuhan sebagian kebutuhan hunian di Surabaya, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Untuk melihat perkembangan rencana pembangunan rusunawa ini kita agendakan hearing dengan Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT),” ujar dia. (ant/wh)