Surabaya Butuh Investasi Pergudangan

 

Surabaya Butuh Investasi Pergudangan

Kebutuhan gudang sebagai salah satu pendukung industri di Surabaya menjadi investasi penting di Surabaya. hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Panca Usaha Wira Jatim Arif Afandi.

Dia menganggap, Surabaya sebagai salah satu kota industri terpenting di Indonesia Timur tidak bisa lepas dari keberadaan gudang. Bahkan saat ini selesai membangun gudang disalah satu kompleks industri, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di atas lahan 8.800 meter persegi.

“Kebutuhan gudang saat ini masih tinggi. Gudang Wira Jatim (sebutan PT Panca Usaha Wira Jatim) sudah selesai dibangun dan sudah ada yang siap menyewa,” kata Arif Afandi.

Gudang milik Wira Jatim itu dibangun di komplek Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Di lahan seluas 8.800 meter persegi itu, Wira Jatim menginvestasikan dana Rp 25 miliar. Pembangunan gudang dimulai 18 Desember 2013 dan awal September 2014 ini sudah selesai.

Menurut dia, saat ini sudah siap-siap dioperasionalkan dna rencananya akan diserahkan kepada PT Kamadjaja Logistic yang sudah biasa kerap menjadi operator pergudangan. Ke depan pihak Kamadjaja Logistic yang akan mengelola pergudangan milik perusahaan Badan Usaha Milik Daerah itu.

Bagi Wira Jatim, pendapatan akan didapat dari share biaya pengelolaan guna mendukung BEP dalam dua atau tiga tahun. “Bisa lebih cepat juga mungkin. Karena sampai saat ini sudah penuh yang menyewa,” lanjutnya.

Tingginya minat penyewa ini membuat Wira Jatim kembali mengembangkan proyek pembangunan pergudangan di daerah lain. Di antaranya yang sudah siap adalah di wilayah Karang Pilang, Surabaya Selatan. Di perbatasan Surabaya–Gresik tersebut, Wira Jatim memiliki aset lahan dari bekas pabrik cat dengan luas sekitar 11 hektar.

Sebenarnya, Arif berharap wilayah itu bisa dimanfaatkan untuk daerah industry modern yang berbentuk komplek industri. Tapi karena luasannya kurang dari 25 hektar, dimana kawasan industri menysratkan luas minim 25 hektar.

“Jadi kami siapkan untuk gudang saja. Tahun ini sudah mulai Feasibility Study (FS) atau study kelayakan. Investasi berapa belum kami siapkan, masih menunggu hasil FS itu,”

Arif menargetkan, pembangunan di kawasan itu bisa segera mulai setelah bangunan tol Surabaya–Mojokerto, yang melintas di daerah itu selesai.  Karena infrastruktur jalan tol di daerah itu juga ditunggu, mengingat kondisi lalu lintas saat ini di hari kerja sudah diwarnai kemacetan dan antrian panjang. (wh)