Surabaya Buka Kios Pelayanan Urus Akta Kelahiran di Kelurahan

 

Surabaya Buka Kios Pelayanan Urus Akta Kelahiran di Kelurahan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Setelah sukses dengan program pelayanan elektronik, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggenjot pelayanan perizinan guna memudahkan masyarakat.

Wali Kota SurabayaTri Rismaharini menegaskan pihaknya akan segera memberlakukan Kios Pelayanan atau pengurusan Akte Kelahiran di kelurahan.

“Kini, pemohon tak perlu datang langsung ke kantor pemerintah. Sebab tahapan awal pengurusan perizinan dapat diakses dari mana pun. Dengan program elektronik kios pelayanan mampu meminimalisir peluang tatap muka pemohon dengan pemproses perizinan,” kata Risma, Kamis (28/8/2014)

Ia juga menjelaskan, program kios pelayanan ini nantinya akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengurus segala perizinan seperti surat kematian dan pelayanan kesehatan selama 24 jam.

“Program anyar ini nantinya akan memudahkan warga Surabaya dalam pelayanan publik,” bebernya.

Risma juga mengaku semua proses perizinan tidak dipungut biaya. “Warga hanya perlu datang ke kelurahan lalu pilih item layanan apa kemudian memasukkan data dan itu sudah connect dengan data kami,” ujarnya.

Bahkan, Risma menjamin jika akta sudah jadi, pihaknya akan mengantarkan ke rumah warga. “Jadi warga tidak perlu datang ke kantor dinas dan ini gratis. Kalau sudah jadi, akta akan kami kirim ke rumah warga,” jelas walikota.

Risma mengatakan, program Kios Layanan itu rencananya akan difungsikan mulai tahun depan. Selain optimalisasi Kios Layanan, Pemkot Surabaya juga akan tetap melayani secara manual di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA).

“Efektifnya mulai tahun depan, ini kita masih setting,” sambung Risma.

Sejauh ini, Pemkot Surabaya telah membuat beberapa terobosan program pelayanan secara elektronik. Di antaranya, e-Musrenbang. Program e-Musrenbang ini dirancang agar warga dapat mengetahui apakah usulan pembangunan mereka diterima atau ditolak.

Kemudian, seluruh anggaran yang digunakan Pemkot diproses menggunakan sistem e-Budgeting. Dengan demikian, pengawasan penggunaan anggaran sangat mudah dilakukan lantaran tercatat secara detail lewat sistem tersebut.

Selain itu, untuk memudahkan warga dalam mengurus perijinan, sejak 14 Maret 2013 lalu, Pemkot Surabaya menerapkan pelayanan perijinan online Surabaya Single Window (SSW).

“Tujuan utama SSW adalah untuk memangkas alur birokrasi dalam pengajuan ijin agar lebih praktis dan tidak butuh waktu lama,” tandasnya. (wh)