Surabaya Berbagi Resep Sukses Ruang Terbuka Hijau

Surabaya Berbagi Resep Sukses Ruang Terbuka Hijau

 

Warga Surabaya patut berbangga. Tiga puluh pemimpin kota/kabupaten di Indonesia dan sekitar seratus perwakilan pemerintah daerah di Asia Pasifik bakal melawat ke Surabaya. Sebab, kota Pahlawan didapuk menjadi tuan rumah Forum 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Seminar Tingkat Tinggi bidang Pembangunan Berkelanjutan ke-5, Perserikatan Kota-Kota dan Pemerintah Daerah di kawasan Asia-Pasifik (UCLG ASPAC). Seminar tersebut digelar sejak tanggal 25-27 Februari 2014 di Hotel Shangri-La. Di sana, Surabaya berbagi resep mengelola kebersihan lingkungan dan menyelesaikan permasalahan sampah. Termasuk, bagaimana sukses mengembangkan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi 26 persen.

“Surabaya sekarang punya Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 26 persen. Dulu waktu saya masih menjabat kepala DKP, RTH masih sebesar 9 persen, kemudian naik menjadi 12 persen,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurutnya, itu merupakan komitmen Pemkot Surabaya merealisasikan Undang Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. UU tersebut mensyaratkan RTH pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

RTH terdiri dari ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka hijau privat. Proporsi RTH publik pada wilayah kota paling sedikit 20 (dua puluh) persen dari luas wilayah kota. “Saya kepengen RTH bisa di atas 30 persen, sehingga Surabaya bisa lebih sejuk. Selain pembuatan taman, RTH juga bisa berupa pembuatan waduk. Tahun ini sedang kita usahakan,” tutur wali kota terbaik bulan Februari versi City Mayors itu.

Peran warga kota, disebut Risma, memegang peranan penting dalam mewujudkannya. Risma mengatakan, kepedulian warga terhadap pengelolaan lingkungan berjalan selaras dengan upaya Pemkot Surabaya untuk mewujudkan Kota Pahlawan menjadi kota yang hijau, sejuk dan asri. “Warga Surabaya mudah diarahkan karena mereka memiliki kepedulian yang tinggi. Mereka sadar, sampah ternyata bisa menghasilkan uang, membuat lingkungan lebih indah dan sehat. Mereka juga jadi lebih rukun karena punya komitmen yang sama,” urainya.

Surabaya terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan the Fifth Regional 3R Forum in Asian and The Pacific. “Surabaya leading (unggul) dari kota yang lain dalam pengelolaan lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Senin (24/2/2014) di Taman Surya saat Deklarasi Gerakan Indonesia Peduli Sampah. Walikota/bupati di Jatim yang hadir dalam deklarasi tersebut di antaranya Bupati Lamongan Fadeli Hasan, Walikota Malang HM Anton, Walikota Probolinggo Rukmini, Bupati Tuban Fatkhul Huda. Hadir pula Bupati Manokwari, Walikota Depok, Walikota Banjarmasin, dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Ekspo Teknologi dan Inovasi Ramah Lingkungan juga bakal digelar dalam Forum se-Asia Pasifik tersebut. Sejumlah eksibitor dari benua Asia, mulai dari pemerintah daerah; institusi non-pemerintah hingga perusahaan swasta, akan meramaikan Ekspo ini dengan menampilkan teknologi dan inovasi ramah lingkungan mereka.(wh)