Surabaya Belum Punya Badan Penanggulangan Bencana

Surabaya Belum Punya Badan Penanggulangan Bencana
Beberapa warga berusaha menerjang banjir di kawasan Benowo, Surabaya

 

Kota Surabaya termasuk satu dari enam kota yang belum miliki Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD). Selain Surabaya, daerah lain yang belum miliki BPBD adalah Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Mojokerto.

Kepala BPBD Jatim Sudarmawan menyayangkan keadaan ini. Pasalnya, keberadaan BPBD akan sangat diperlukan untuk antisipasi dan penanggulangan bencana. “Kita kan nggak pernah tahu kapan bencana itu datang,” tukasnya.

Menurut Sudarmawan, keenam daerah tersebut sebetulnya masuk dalam area titik rawan bencana alam. Seperti bencana banjir dan tanah longsor.

Menurut Darmawan, baru Kota Kediri dan Kota Malang yang sudah mulai bersiap membentuk BPBD. Di kedua daerah tersebut tinggal menunggu pengesahan dari DPRD setempat. Sedang Surabaya dan tiga daerah lainnya masih belum ada kabar sama sekali.

“Semoga tahun ini segera bisa disusul. Bagaimanapun keberadaan badan ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara  itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional akan membangun tempat evakuasi sementara korban Tsunami di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pembangunan ini menelan dana Rp 9 miliar.

“Tahun ini dibangun tempat dan jalur evakuasi. Nantinya tempat evakuasi sementara ini bisa menampung lima sampai 10 ribu orang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, Suhanan, Rabu (15/1/2014).

Jember memang dianggap pemerintah pusat sebagai salah satu daerah yang rawan terkena bencana Tsunami. Beberapa kecamatan di kota ini berdampingan dengan laut selatan, antara lain Puger, Kencong, Ambulu, dan Gumukmas. “Kami mengusulkan juga pemetaan jalur evakuasi agar warga bisa dengan mudah terkumpul di satu titik evakuasi,” kata Suhanan.

Menurut Suhanan, konsultan pembangunan tempat evakuasi sudah datang dan melakukan survei lokasi. Tempat evakuasi sementara ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, jika tak ada bencana Tsunami. BPBD juga menerima peralatan sistem peringatan dini (early warning system) terhadap Tsunami yang diletakkan di kecamatan yang rawan terkena bencana.(ram)