Surabaya Ajukan Rp 20 M Bangun Rusunawa

Surabaya Ajukan Rp 20 M Bangun Rusunawa

 

Pemkot Surabaya mengajukan dana Rp 20 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) untuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa). Tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi memang berdampak pada kebutuhan hunian, karena tanah yang ada semakin menipis, rusun menjadi salah satu solusi hunian dengan efisiensi lahan.

Rusunawa tersebut dibangun untuk pemenuhan kebutuhan akan hunian khususnya bagi tiga ribu masyarakat menengah ke bawah di Surabaya yang masih cukup tinggi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan direncanakan tahun ini Pemkot Surabaya akan membangun belasan rusunawa baru untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal.

“Kita sedang persiapkan pembangunan rusunawa ini agar masyarakat ke bawah dapat menikmati hunian yang layak,” ujarnya, Kamis (27/2/2014).

Menurutnya, sudah ada beberapa titik rencana lokasi untuk pembangunan rusun-rusun baru itu. Diantaranya  bekas TPA Keputih, rusun Dukuh Menanggal, ditambah lagi tanah milik pemkot di daerah Tambaksari, TPPI Mulyosari, dan beberapa lokasi lain.

Agus menjelaskan, pemkot menargetkan untuk pembangunan rusun-rusun baru ini nantinya akan memanfaatkan dana APBN, bukan APBD. Sebab, proyek ini dibutuhkan bagi kesejahteraan rakyat, dan dana APBN yang ada dan belum dimanfaatkan masih cukup besar.

“Memang kita prioritaskan proyek ini akan menggantungkan pada dana APBN, karena kami yakin pemerintah pusat pasti tertarik. Ini merupakan salah satu program kesejahteraan masyarakat menengah bawah seperti halnya proyek angkutan masal yang juga dilirik pemerintah pusat,” bebernya.

Ditambahkannya, pihak pemkot akan mengusahakan dengan segera proposal pembangunan rusun baru ini ke pemerintah pusat agar prosesnya selesai lebih cepat dan dana segera cair dan pembangunan dapat dilakukan.(wh)