Sultan Kelantan Dinobatkan Jadi Raja Malaysia ke-15

Sutan Kelantan Diangkat Jadi Raja Malaysia

foto:liputan6.com

Malaysia secara resmi menobatkan Sultan Kelantan, Muhammad V (47), sebagai raja ke-15 untuk menggantikan Sultan Kedah, Abdul Halim (89). Muhammad V mendapatkan gelar Yang di-Pertuan Agung dalam sebuah upacara sarat tradisi dan adat istiadat di Istana Negara, Kuala Lumpur, hari Selasa (13/12/2016).
Penunjukan tersebut sudah dilakukan sejak 14 Oktober lalu lewat pertemuan ke-243 Konferensi Penguasa. Muhammad V akan berkuasa sebagai kepala negara Malaysia selama lima tahun.
Saat tiba di Kuala Lumpur, Muhammad V diterima dengan sambutan kehormatan oleh Perdana Menteri (PM) Najib Razak di Lapangan Parlemen. Dalam momen itu, Sultan Perak Nazrin Shah juga diangkat sebagai wakil raja yang baru dengan gelar Yang di-Pertuan Agung.
Muhammad V, lulusan St Cross College di Oxford, Amerika Serikat, dan Oxford Center for Islamic Studies, merupakan seorang raja yang mengagungkan dan menempatkan Islam pada posisi tertinggi di hidupnya. Mufti Kelantan, Mohamad Shukri Mohamad, mengatakan Sultan Muhammad V selalu memperhatikan persoalan terkait hukum Islam. Salah satunya dengan menerapkan hukum hiburan di bawah Dewan Kota Islam di Kota Bharu-Bandar Raya.
“Setiap pertunjukan, permainan, hiburan tidak bisa digelar pada Jumat malam. Komunitas Tionghoa yang ingin mengadakan pertemuan pada Jumat malam harus meminta izin dari Sultan dan dia tidak akan menyetujuinya sampai mendapatkan pandangan dari Departemen Mufti,” kata Mohamad Shukri.
Menurutnya, Sultan Muhammad V juga memberi penghormatan tinggi kepada kaum intelektual Islam seperti para kepala sekolah “sekolah pondok” dengan memberikan penghargaan dan medali pada hari ulang tahun mereka. Terkait kepribadiannya, Mohamad Shukri mengaku mengenal Sultan Kelantan itu sejak usianya 17 tahun.
“Seperti diketahui masyarakat, Sultan Kelantan mempelajari Islam secara dalam dan menggelar kelas-kelas keagamaan setidaknya sekali seminggu selama Maghrib dan Isya di Istana Negeri, Kubang Kerian dengan mengundang sejumlah ulama terkenal,” kata Shukri.
Sultan Muhammad V juga memiliki seorang guru khusus al-Quran untuk menemaninya dalam setiap perjalanan termasuk saat ke Eropa. Tujuannya adalah memastikan agar dia tidak lupa menggelar doa bersama. Perhatian Sultan Muhammad V kepada umat Muslim juga ditujukan dengan memberangkatkan sejumlah orang untuk umroh dan naik haji. Sultan Muhammad V, yang ahli memotong kurban, pun selalu menghadiri acara-acara buka bersama dan doa tarawih saat bulan Ramadan.