Suku Bunga  Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Kalangan Industri Bakal Punya Lembaga Pembiayaan Sendiri
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ansari Bukhari.

Suku bunga kredit di Indonesia tercatat yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu lambatnya pertumbuhan di sektor industri.  Demikian  penegasan Menteri Perindustrian Saleh Husin. “Pembiayaan investasi di dalam negeri akibat suku bunga perbankan yang tidak kompetitif,” tukasnya.

Menurutnya, suku bunga kredit di Indonesia termasuk yang paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. “Ya setidaknya di bawah 12 persen,” ucapnya di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Oleh karena itu, perlu dibentuk lembaga spesialisasi untuk menangani suku bunga kredityang menghambat pertumbuhan industri. “Segera dibentuk lembaga pembiayan pembangunan industri pasca terbitnya UU Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014. Bentuknya bisa lembaga khusus atau bisa perbankan yang memang khusus untuk menangani kredit sektor industri,”tuturnya.

Ia mengatakan, tingginya suku bungan ini yang menjadi alasan kuat perlunya lembaga pembiayaan industri yang memiliki spesialisasi dalam memberikan pinjaman investasi jangka panjang, yang selama ini belum banyak diberikan oleh perbankan dikarenakan keterbatasan dalam membiayai pinjaman jangka panjang.

Menurutnya, pembiayaan pembangunan sektor industri menjadi sangat penting karena industrialisasi dapat menjadi kunci keluar dari middle income trap. “Keberhasilan beberapa negara terhindar dari income trap ini adalah industrialisasi yang konsisten dengan berbagai dukungan kebijakan dan fasilitas,” tuturnya. (oke)