Sukseskan Program Swasembada Pangan, Pemerintah Gandeng TNI

Sukseskan Program Swasembada Pangan, Pemerintah Gandeng TNI
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak serta TNI AD untuk mewujudkan program swasembada pangan. TNI AD menyiapkan seluruh kekuatan termasuk Babinsa di seluruh Indonesia guna mendukung program tersebut.

Mentan menjelaskan, ada beberapa permasalahan utama yang dihadapi Indonesia sehingga swasembada pangan tidak kunjung terwujud di Indonesia.

Dengan menyelesaikan masalah itu, swasembada pangan diharapkan dapat terjadi pada 3 tahun ke depan.

“Lima permasalahan itu adalah irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian, dan penyuluhan. Jika itu dapat diselesaikan 3 tahun kita bisa swasembada pangan,” kata Amran di sela Rapim TNI AD, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Amran menuturkan, selama ini irigasi di seluruh Indonesia hanya terpenuhi 52 persen dengan luas 3,3 juta hektar. Belum menyangkut pupuk dan benih. Permasalahan ini diminta harus diselesaikan bersama stake holder lainnya.

“Alat mesin pertanian. Ada penurunan jumlah petani dari 31 juta 10 tahun terakhir tinggal 26 juta. Ini harus dengan cepat kita melangkah mengadakan alat mesin pertanian. Saya kira semua hal ini dipenuhi swasembada pangan 3 tahun kedepan bisa capai. Tidak impor lagi beras dari lagi. Pak KSAD minta bisa mengekspor,” ungkap dia.

Sedangkan, masalah penyuluhan Amran sangat mengandalkan babinsa di seluruh Indonesia. Para petani biasanya memiliki masalah soal pembinaan dan penyuluhan. Di sinilah Babinsa berperan.

“TNI melakukan pembinaan ke bawah seperti di Sulawesi Selatan. Babinsa se-Indonesia ada 50 ribu orang. Sekarang pertanian punya persoalan. Kalau babinsa bergerak semua selesai. Begitu seriusnya presiden untuk swasembada pangan dan menginstruksikan Kementan untuk akselerasi. Kita sudah siapkan Rp 600,9 triliun dari hasil pengalihan subsidi
BBM,” ujar Amran.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmatyo mengatakan, pihaknya mengikuti rencana yang sudah diatur oleh Kementerian Pertanian. TNI AD sudah menyiapkan personel dengan segala fungsinya.

“Pangdam tadi memaparkan bagaimana kelompok tani bagaimana. Nanti Mentan memberi keputusan berapa yang dibantu. Kami siapkan personel kami paling tidak jadi motivator. Sejak berdiri Indonesia tidak pernah ada swasembada pangan secara radikal seperti sekarang ini. Berapa traktor, pupuk, bibit, irigasi yang dibantu. Hal ini tidak mungkin tidak terjadi, bisa 2 tahun tercapai,” ujar Gatot. (lp6/wh)