Suhu Capai 36,2 Derajat Celsius, Surabaya Terbakar 153 Kali

 

Suhu Capai 36,2 Derajat Celsius, Surabaya Terbakar 153 Kali

Puncak musim kemarau di Indonesia berdampak serius pada peningkatan suhu di sejumlah kawasan termasuk Surabaya yang mencapai 36,2 derajat celsius. Peningkatan suhu ini berdampak pada jumlah kebakaran di Surabaya pada September dan awal Oktober mencapai 153 kali kejadian.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Metereologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Juanda, Bambang Setiajid menerengkan, saat ini Surabaya dalam masa puncak musim kemarau. Artinya, sejak beberapa pekan terakhir, suhu di kawasan Surabaya antara 25 hingga di atas 36 derajat celsius.

“Panas ini masih normal mas. karena kita sampai Oktober pada puncak kemarau di Surabaya. Suhu saat ini mencapai 36,2 derajat celcius. Diperkirakan besok hingga akhir Oktober suhu masih sama dengan rata-rata 36 derajat celsius,” jelasnya.

Bambang juga menjelaskan, dampak yang paling signifikan akibat peningkatan suhu ini adalah terjadinya potensi kebakaran. Selain itu, terik matahari yang cukup ekstrem ini juga mengancam kondisi tubuh masyarakat Surabaya.

“Karena itu masyarakat diharapkan menjaga kondisi tubuh. Terlebih menghadapi musim penghujan yang akan dimulai pada pertengahan November mendatang,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya, Chandra Oratmangun kepada enciety.co  mengatakan, pada musim kemarau ini terjadi peningkatan kebakaran setiap bulannya.

“Pada Agustus lalu jumlah kebakaran tidak sampai seratus kali. Tapi pada September lalu sudah mencapai 114 kali kejadian. Dan pada pertengahan Oktober ini jumlah kebakaran mencapai 39 kali kejadian,” jelasnya.

Dari ratusan kali kejadian kebakaran tersebut, menurut Chandra 70 persennya kebakaran di kawasan Surabaya Barat dan Timur. Yakni kawasan  ilalang yang mudah terbakar akibat terik matahari atau kelalaian warga membuang putung rokok. (wh)