Sudah ‘Digarap” Kejaksaan Swiss, Sepp Blatter Ogah Mundur

Tolak Boikot, Blatter Dukung Penuh Piala Dunia Rusia 2018

Sepp Blatter tak mau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA meskipun dirinya saat ini tengah diinvestigasi jaksa penuntut umum Swiss. Blatter bersikukuh dirinya tidak membuat kesalahan prosedur atau melakukan hal yang ilegal.

Sepp Blatter, 79 tahun, disidik jaksa Swiss terkait dua transaksi yang dinilai “tak menguntungkan FIFA” dan melakukan “pembayaran di luar aturan” kepada Presiden UEFA Michel Platini. Blatter yang berencana mundur pada Februari 2016 mengklaim tidak ada satu pun langkah yang dilakukannya melanggar peraturan. Platini sendiri telah mengirimkan nota resmi kepada anggota UEFA dan menegaskan dirinya tidak melakukan kesalahan.

Untuk diketahui, dalam pernyataan resmi melalui pengacaranya, Sepp Blatter mengatakan pemberian dana sebesar £ 1,5 juta atau sekitar Rp 33,75 miliar pada Platini pada 2011 merupakan “kompensasi yang valid dan tidak mempunyai maksud lainnya.”

Menyusul adanya pembayaran tersebut—Platini mengklaim dana tersebut merupakan hasil jerih keringatnya sebagai penasihat teknis Blatter selama tiga tahun, 1999-2002—baik Blatter maupun Platini, keduanya terancam menjadi obyek investigasi Komite Etik Independen FIFA.

Platini, yang telah dimintai keterangannya sebagai saksi oleh aparat dari Jaksa Agung Swiss, menegaskan bahwasanya pembayaran tersebut telah dikonfirmasikan sepenuhnya kepada pihak yang terkait. Mantan kapten Juventus berusia 60 tahun ini mengaku dirinya sadar jika kasus ini bakal menodai citra dan reputasinya.

Sementara itu, menurut jaksa penuntut umum Swiss, soal transaksi yang dinilai “tidak menguntungkan FIFA” adalah deal hak siar televisi yang terjalin antara FIFA dan Jack Warner, mantan Presiden Concacaf, konfederasi sepakbola Amerika Utara dan Tengah. Menurut investigasi SRF, deal tersebut disebut-sebut menghasilkan keuntungan jutaan pound pada perusahaan milik Warner. (bst)