Sudah 70 Jenazah Korban MH17 Terindentifikasi

Sudah 70 Jenazah Korban MH17 Teridentifikasi
Foto : reuters

Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 telah mengindentifikasi 70 jenazah. Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri S. Subramaniam mengatakan, seluruh kantong mayat dari 227 peti yang diterbangkan dari lokasi jatuhnya Malaysia Airlines di Torez, Ukraina, ke markas medis militer di Belanda akan diperiksa selama dua hingga tiga minggu.

Subramaniam mengatakan, seluruh data sebelum kematian korban MH17 telah diunggah di basis data Interpol sehingga tim yang berbasis di Den Haag dapat mencocokkan informasi dengan data pascakematian (postmortem) yang dikumpulkan di Hilversum.

Data-data tersebut termasuk sidik jari yang dikumpulkan polisi dan catatan medis gigi 15 kru Malaysia Airlines yang kala itu bertugas.

“Kami juga mengunggah hasil DNA keluarga terdekat korban. Kami mengambil total 117 sampel DNA yang akan dicocokkan dengan 43 warga Malaysia dan dua korban lagi asal Malaysia,” katanya  saat tiba di Belanda, Rabu (30/7/2014).

Pada kasus tiga keluarga, yang seluruh anggotanya meninggal dalam tragedi MH17, sampel DNA dari keluarga orangtua akan digunakan untuk mengidentifikasi orangtua.

Saat orangtua sudah diidentifikasi, dia mengatakan hasil DNA akan digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak mereka.

Subramaniam bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Datuk Hamzah Zainuddin, akan menemani Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, dalam kunjungan kerjanya untuk mempercepat pengamanan dan memastikan akses penuh ke lokasi jatuhnya MH17 bagi tim penyelidik internasional.

“Kami juga akan mengatakan pada Belanda bahwa kami bisa membantu apa saja sehingga proses DVI bisa diselesaikan lebih cepat. Jika perlu, kami masih memiliki sejumlah pakar forensik yang bisa kami kirim ke sini,” ujarnya.

Mengetahui kompleksnya proses DVI, dia mengatakan ada beberapa potongan jenazah dari orang yang berbeda di kantong mayat yang sama. Penyelidik tidak bisa memastikan yang mana korban asal Malaysia hingga keseluruhan proses selesai.

Dia juga menyatakan proses investigasi harus dilakukan berdasarkan standar internasional sehingga bukti-bukti cukup jika kasus penembakan pesawat ini dibawa ke pengadilan internasional.

Jika tidak ditemui ketidakcocokan antara data antemortem dan postmortem, Subramaniam mengatakan nantinya akan ada dua kemungkinan.

“Pertama, jenazah bukanlah penumpang MH17. Kedua, mungkin saja ada beberapa jenazah yang belum terkumpul,” katanya, menambahkan bahwa para tim investigasi tidak bisa memastikan sampai prosesnya di Hilversum selesai 100 persen. (bst/ram)