Suara Keprihatinan Kawasan Mangrove Dipamerkan di STKW Surabaya

Suara Keprihatinan Kawasan Mangrove Dipamerkan di STKW Surabaya
Eko Rudi Sugiarto dengan karya lukisan yang dipamerkan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. avit hidayat/enciety.co

Keprihatinan terhadap penyalahgunaan kawasan konservasi mangrove di Jawa Timur membuat seniman Surabaya, Eko Rudi Sugiarto, merasa tergerak bersuara. Pelukis 30 tahun itu, membingkai fenomena buram tersebut ke dalam 12 lukisannya.

“Ini wujud dari keprihatinan saya terhadap penyalahgunaan kawasan mangrove menjadi tempat mesum. Dan ini hampir terjadi di seluruh kawasan mangrove di Jawa Timur,” ujar Eko Rudi Sugiarto saat ditemui enciety.co dalam acara pameran tunggal Tugas Akhir di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Senin (8/9/2014).

Padahal, menurut Rudi, kawasan mangrove Jawa Timur telah menjadi ikon percontohan di ASEAN. Dampaknya, jika fenomena tersebut dibiarkan akan berakibat pada citra buruk Jawa Timur.

“Ternyata fenomena mesum tersebut telah menjadi perbincangan sehari-hari warga sekitar konservasi Misalnya saja, di kawasan Lamongan, warga sudah tak asing dengan banyaknya remaja yang pacaran di area mangrove,” ujarnya.

Seniman sekaligus pemerhati mangrove tersebut memperkirakan fenomena tersebut telah terjadi di sejumlah kawasan lainnya. Seperti halnya di Kedung Cowek Surabaya, Wonorejo Surabaya, hingga di seluruh kawasan sepanjang garis Pantai Gresik.

Padahal, menurut seniman yang sudah 15 kali menggelar pameran lukisan itu, jika pemerintah daerah tidak segera menindaklanjuti, maka diperkirakan akan berdampak pada hilangnya citra baik yang selama ini tersemat.

“Seharusnya, pemerintah memberikan edukasi kepada warga. Agar mangrove dapat dimaksimalkan menjadi sarana pembelajaran masyarakat. Terlebih kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), memanfaatkan potensi tersebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat secara mandiri,” ujarnya.

 “Saya tidak melukiskan adegan mesum di kawasan mangrove. Saya hanya ingin menunjukkan fenomena ini ke masyarakat agar masyarakat peka,” imbuh dia

Selain itu yang menjadi perhatian Rudi adalah minimnya konservasi di kawasan pesisir Gresik, Lamongan, dan Tuban. Menurutnya hutan bakau di kawasan tersebut kini semakin terkikis.

“Di kawasan tersebut sekarang banyak hutan bakau yang tiba-tiba hilang dan mati. Ini juga tidak mendapatkan perhatian pemerintah, baik dengan melakukan konservasi maupun pengawasan,” sesalnya. (wh)