Strategi Pelindo III Menuju Full Handling Terminal Operator

Strategi Pelindo III Menuju Full Handling Terminal Operator
foto:pelindo III

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sebagai salah satu BUMN kepelabuhanan yang mengelola 43 pelabuhan di 7 provinsi di Indonesia, merestrukturisasi susunan organisasinya agar semakin siap menghadapi persaingan global.

Struktur organisasi tersebut dikukuhkan dalam seremoni sederhana di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Selasa (1/9/2015). Restrukturisasi organisasi ini dilakukan untuk menjawab perubahan organisasi pada saat ini maupun kondisi di masa yang akan datang.

“Organisasi harus bersifat dinamis menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, organisasi yang dibangun oleh Pelindo III juga harus sangat adaptif, antisipatif namun tetap terbuka terhadap perubahan. Terlebih pada tahun 2018 mendatang Pelindo III menargetkan menjadi Emerging Industry Leader melalui layanan full handling terminal system & logistic integration serta integrated industrial port estate”, kata Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan.

Perubahan struktur organisasi Pelindo III tersebut guna memastikan fungsi-fungsi dalam organisasi tertata dengan efektif. Pelindo III ingin membangun organisasi yang efektif yakni semua fungsi tertata dengan baik dalam hal pengelompokan maupun hubungan antarbagian, tambah Yon.

Perubahan organisasi tersebut juga sebagai salah satu upaya Pelindo III dalam meningkatkan market share pengusahaan bongkar muat dan meningkatkan pelayanan operasional. Organisasi pada kantor cabang lebih fokus pada kegiatan bisnis dan operasional, sehingga beberapa fungsi supporting (pendukung di manajemen) secara bertahap akan ditarik ke Kantor Pusat.

“Seiring terus meningkatnya investasi yang harus direalisasikan, maka fungsi investasi yang semula juga dilaksanakan oleh cabang untuk selanjutnya dilaksanakan oleh Kantor Pusat. Kemudian akan membentuk fungsi project management office yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan investasi teknik perusahaan. Sebagai bentuk peningkatan pangsa pasar pengusahaan bongkar muat, juga diperkuat fungsi pemasaran dan penjualan di Kantor Cabang”, kata Yon lagi.

Sesuai ciri organisasi modern, jajaran struktural Pelindo III kini lebih ramping namun kaya fungsi. Misalnya pada manajemen Pelabuhan Tanjung Perak, penguatan manajemen difokuskan pada sisi bisnis. Pelindo III Cabang Tanjung Perak yang semula hanya ada seorang Deputy General Manager, kini ditambah satu lagi Deputy GM Bidang Penunjang Operasi. Selain itu juga didukung dengan adanya Manager Pemasaran dan Pengembangan Usaha.

“Penguatan SDM pemasaran ini diharapkan dapat mempercepat layanan dengan mengintegrasikan semua terminal di Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan gerbang penting untuk logistik kawasan Indonesia Timur”, tambah Yon.

Yon menambahkan, karakter manajemen yang baru akan meningkatkan daya saing perseroan. Pelindo III melibatkan konsultan independen dan sistem assessment transparan untuk memperbarui organisasi yang sesuai dengan dinamisasi kondisi internal dan eksternal perusahaan.

“Perubahan ini berorientasi jangka panjang. Penataan ulang pada dasarnya untuk memastikan lagi usaha perwujudan visi dan misi perusahaan”, ungkapnya.

Dengan manajemen yang lebih efisien dan efektif, pertumbuhan nilai perusahaan akan semakin baik. “Sebagai perusahaan plat merah, manfaat dari peningkatan kinerja Pelindo III akan dirasakan oleh negara dalam bentuk setoran dividen”, jelas Yon Irawan.

Kemudian juga meningkatkan kinerja yang akan memperbaiki kualitas layanan pada pengguna jasa. Selain itu juga sejalan dengan terobosan pemerintah untuk memperbaiki kinerja logistik Indonesia. (wh)