Stok Gula Nasional Dijamin Aman

Mendag Sebut 40 Persen Produk yang Beredar di RI Palsu

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memastikan stok gula kristal putih (GKP), yang saat ini tercatat lebih dari 400.000 ton, masih mencukupi kebutuhan dua bulan ke depan. “Stok GKP masih cukup banyak. Setelah kami evaluasi tadi masih lebih dari 400.000 ton,” katanya usai bertemu Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Rachmat mengatakan, pertemuan dengan APTRI tersebut untuk membahas rencana panen dan musim giling tebu yang dalam waktu dekat akan segera dimulai. Selain itu, lanjutnya, juga membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi para petani akibat harga GKP. “Saya melihat harga gula ini naik, tapi petaninya tidak menerima keuntungan. Ada yang harus dipelajari,” kata Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan bahwa stok gula yang ada lebih dari 400.000 ton tersebut masih belum termasuk stok para pedagang.”Kita masih memiliki stok di atas 400.000 ton, yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan juga Lampung. Stok tersebut belum termasuk yang ada di toko-toko dan pedagang,” katanya.
Soemitro menambahkan, stok tersebut masih akan mencukupi untuk kebutuhan konsumen dan juga UKM hingga dua bulan mendatang. Sementara pada Juni 2015 sudah masuk panen besar, sehingga tidak perlu impor gula putih. “Stok masih mencukupi untuk dua bulan ke depan, sementara pada Juni sudah masuk panen besar,” kata Soemitro.

Permintaan gula di Indonesia berdasarkan data 2014, berkisar 5,7 juta ton per tahun, yang merupakan gabungan dari permintaan rumah tangga dan permintaan untuk sektor industri baik skala besar maupun skala kecil dan menengah.

Untuk kebutuhan industri pada 2015, Kementerian Perdagangan mengeluarkan izin importasi gula mentah sebanyak 672.000 ton untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di awal 2015 yakni periode Januari-Maret.

Sementara pada kuartal dua sebanyak 945.643 ton, sehingga total untuk enam bulan pertama kebutuhan industri sebesar 1.617.643 ton dan diperkirakan pada 2015 alokasi impor gula mentah sebanyak 2,8 juta ton. (bst)