Start Surabaya, Ajak Anak Muda Wujudkan Mimpi Jadi Entrepreneur

Start Surabaya, Ajak Anak Muda Wujudkan Mimpi Jadi Entrepreneur
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya saat mengisi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya bersama CEO Kibar Kreasi Indonesia Yansen Kampto, Jumat (28/11/2014).

Kibar Kreasi Indonesia akan mencari 45 anak muda Surabaya yang akan digembleng mewujudkan menjadi entrepreneur. Sedianya, mereka akan dilatih selama tiga bulan.

“Kita menyebutnya Start Surabaya. Kita ingin mengajak anak-anak muda Surabaya mewujudkan mimpi-mimpi besar,” ujar CEO Kibar Kreasi Indonesia Yansen Kamto, saat mengisi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (28/11/2014).

Menurut dia, banyak orang asli Surabaya yang saat ini sukses berkiprah di perusahaan besar dan bonafide. Salah satunya, sebut dia di Google. “Ada salah satu anak Surabaya yang saat ini menjadi pengajar bibit-bibit muda yang bergabung di Google,” ungkap Yansen.

Kata dia, anak-anak di Surabaya memiliki potensi besar yang perlu didorong. Semangat nekatnya warga Surabaya juga beda dengan daerah lain. “Ini yang mustinya kita manfaatkan. Karena pada dasarnya kalau sudah punya mimpi besar nggak usah kuliah pun nggak apa apa,” katanya

Saat ini, terang Yansen, kebanyakan anak Indonesia justru sebaliknya. Banyak anak muda yang tidak punya mimpi besar. Akhirnya dia tidak bisa fokus ke satu tujuan. Dia hanya menuruti keinginan-keinginan dan rasa penasaran saja, setelah itu selesai. Padahal kunci utama ke depan adalah fokus menjadi spesialisasi.

“Karena nanti akan ada team work besar, di mana tidak ada kompetitor lagi. Di mana anak muda dengan berbagai keahlian akan berkolaborasi untuk menuju target tertentu. Lha inilah dengan Start Surabaya ini rencananya kami akan menggodok 45 anak Surabaya selama tiga bulan,” ujarnya.

Ke-45 anak muda tersebut akan dipertemukan tokoh-tokoh besar seperti pendiri Tokepedia, Kaskus, Google, dan lain sebagainya. Sementara ini dikatakan Yansen, sudah ada ratusan peserta yang mendaftar dan akan diseleksi agar bisa digembleng selama tiga bulan berturut-turut. “Setelah tiga bulan digembleng akan kami lepaskan, dan kami akan mencari pemuda lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, lebih dari 70 persen anak muda di Indonesia adalah pemakai gedget handphone hingga smartphone. Namun sayangnya, penggunaan gedget di kalangan pemuda hanya sebatas sebagai sarana komunikasi. Artinya, belum sampai sebagai sarana bisnis atau untuk mengembangkan potensi diri.

“Di Indonesia sedikitnya 74 juta penduduk di atas usia 10 tahun. Gambaran ke depan, apa yang harus dikerjakan untuk anak-anak ini? Harusnya ada perspektif baru. Kalau dulu paradigmanya saat sudah besar mau jadi apa, itu cocok untuk lima puluh tahun lalu. Sekarang harus diperbarui, mendatang tidak seperti itu lagi,” harapnya.

Kresnayana menegaskan, anak muda harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas diri. Salah satunya dengan cara mencari terobosan-terobosan. Seperti yang dilakukan Microsoft, lahirnya Apple, Amazon, hingga Facebook yang memiliki terobosan yang mampu membalikkan keadaan. Di Indonesia ada kelompok Kaskus, Detik, Tokopedia ini membalikkan arah keadaan.

“Inilah paradigma baru. Salah satu kekuatannya adalah membangun usaha baru. Yang tidak harus memikirkan cara lama. Tidak usah mikir modal. Sekarang modal utamanya adalah ide dan kreativitas, lalu dipupuk dengan wawasan bisnis,” paparnya. (wh)