Stabilkan Rupiah, BI Siapkan Operasi Moneter

BI Rate Jadi 7,75 Persen, Bunga Kredit Bank Segera Naik
BI Rate Jadi 7,75 Persen, Bunga Kredit Bank Segera Naik

Bank Indonesia (BI) akan mengoptimalisasi operasi moneter pasar rupiah dan valuta asing dengan menyerap kelebihan likuiditas. Langkah tersebut diharapkan dapat menstabilkan rupiah yang belakangan ini tertekan.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi sektor keuangan saat ini akibat ekses likuiditas perbankan dalam jangka pendek. Kendati perbankan siap menyalurkan kredit, sayangnya permintaan kredit saat ini lesu akibat lambatnya realisasi belanja pemerintah. “Padahal Bank Indonesia telah melakukan relaksasi makroprudensial agar permintaan meningkat,” kata Perry di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Sementara pada saat yang sama, lanjut Perry, ekonomi global melemah yang menyebabkan rupiah tergerus. Pelemahan eksternal yang dimaksud adalah rencana bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga dan devaluasi (pelemahan) mata uang Tiongkok yuan. Untuk itu, optimalisasi operasi moneter dilakukan supaya kelebihan likuiditas tidak menjadi faktor tambahan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Operasi moneter dari sisi pratically moneter operation, yang akan melakukan penyerapan jangka pendek ini dengan menggeser tenor yang lebih panjang tanpa mengubah stance kebijakan suku bunga,” jelas dia.

Tenor yang digeser, lanjut Perry, bisa dalam jangka waktu seminggu, dua minggu, satu bulan, hingga tiga bulan. “Hal inilah yang dilakukan dalam jangka pendek sembari menunggu permintaan kredit kembali meningkat,” kata dia.

Menurut Perry, kelebihan likuiditas perbankan di BI sekitar Rp 240-an triliun. Adapun yang selama ini pada overnight di depocit facility sekitar Rp 110-an triliun. (bst)