Sritex Produksi Seragam Militer 30 Negara

Sritex Produksi Seragam Militer 30 Negara

Seragam militer di 30 negara di dunia ternyata buatan  Indonesia. Adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang membuatnya. Perusahaan yang bermarkas di Solo ini mengerjakan semua permintaan tersebut. Vice President Director Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan mengerjakan permintaan seragam militer yang memiliki beragam spesifikasi di berbagai negara dapat memberikan wawasan untuk terus menambah modifikasi seragam militer Indonesia. “Kami mempunyai advantage (keuntungan) bagaimana menularkan spesifikasi dari luar negeri ke Indonesia,” kata Kurniawan, Jawa Tengah, Jumat.

Dia mengatakan pihaknya melayani 30 negara di dunia untuk menyuplai seragam militer seperti Malaysia, Kuwait, Belanda, Austria, Sudan, Uni Emirat Arab, Jerman dan Amerika Serikat. Setiap negara memiliki spesifikasi yang berbeda, misalnya, sesuai dengan iklim di negara masing-masing. “Pastinya setiap negara akan mempunyai spesifikasi sendiri.

Bagi Eropa anti infrared (inframerah) sudah menjadi suatu standar, tapi itu belum jadi standar untuk negara ASEAN. Misal, yang kita jual ke Timur Tengah dari segi warna kita sesuaikan dengan iklim mereka karena mereka negara panas pasti mereka sangat concern (peduli) dengan ‘comfort’ (kenyamanan),” ujarnya.

Dia mencontohkan, salah satu inovasi yang ditularkan pada seragam militer Indonesia adalah seragam antiserangga yang dipakai oleh pasukan perdamaian Indonesia yang dikirim ke Lebanon. Kurniawan menuturkan teknologi yang digunakan untuk seragam militer asing akan terus diperkenalkan bagi tentara Indonesia. “Ini pun secara teknologi akan kita terus perkenalkan untuk tentara kita seperti loreng NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah hasil gambar kami disamarkan bentuk Kepulauan Indonesia itu salah satu produk kami. Ini produk 100 persen gambar kami,” tuturnya.

Dia menuturkan sebanyak 95 persen seragam militer Indonesia dikerjakan oleh Sritex, termasuk sebagian besar pakaian dasar harian dan lapangan. (ant)