Spread Zero Dorong Market Surabaya

Spread Zero Dorong Market Surabaya
‎Arsyid Tanjung (berdiri) menjelaskan pergerakan trading setelah memperkenalkan produk spread zero. foto: A. Guterres/enciety.co

PT Monex Investindo Futures menargetkan pertumbuhan pasar di Surabaya 10-15 persen pada tahun 2015 ini dengan meluncurkan produk spread zero. Produk ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan pasar di Surabaya yang mengalami pelambatan sejak 2010 silam.

Branch Manager PT Monex Investindo Futures Arsyid Tanjung mengakui produk baru ini diharapkan bisa mendorong market share sekaligus menambah jumlah nasabah di Jawa Timur maupun Surabaya. Dia menyebut saat ini pasar di Surabaya masih cukup luas dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Dengan adanya spread zero ini kita harapkan bisa meningkatkan market antara 40-45 persen. Terus terang saat ini kita hana menguasai market sekitar 15 persen saja di Surabaya dan Jatim” ungkap Arsyid Selasa (1205/2015) di kantor PT Monex Investindo Futures di Graha Pena lantai 19.

Penurunan market itu tidak lepas dari kondisi perekonomian nasional yang belum stabil. Padahal di tahun 2007, PT Monex Investindo Futures mampu menguasai market antara 40-45 persen dengan spread tiga persen, sedangkan kompetitor memiliki spread 5-7 persen.

Dengan adanya spread zero ini tidak hanya bisa meningkatkan pasaar, tetapi juga bisa menambah nasabah. Irsyad berharap pertumbuhan nasabah di kantor cabang Surabaya ini bisa mencapai 10-15 persen dengan produk spread zero ini.

“Secara nasional kita memiliki total nasabah 10.000, sedangkan di Jawa Timur atau Surabaya sendiri sekitar 10 persen daria total jumlah nasabah. Dan kita juga menjadi cabang dengan nasabah terbanyak kedua secara nasional,” ungkap mantan Marketing Manager Millenium Penata Futures itu.

PT Monex Investindo Futures memiliki sejumlah produk trading seperti valas, emas, minyak dan sejumlah komoditi lainnya. Arsyid menegaskan semua produk trading di PT Monex Investindo Futures mendapat fasilitas zero spread.

Saat ini emas di PT Monex Investindo Futures menguasai perdagangan hingga 80 persen. Hal ini disebabkan respon pasar terhadap investasi emas yang cukup tinggi. Meskipun emas mengalami penurunan harga sejak 2011, respon pasar masih cukup bagus.

Saat ini harga emas antara USD 1.100 hingga USD 1.200 per troy once, sementara di tahun 2011-2013 harga emas di kisaran USD 1.900 per troy once. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar masih di kisaran Rp13.000 per dollar Amerika Serikat.

“Tahun ini harga emas cenderung stagnasi karena adanya pengaruh kebijakan The Fed yang akan menaikkan suku bunga. Tapi sampai Juni saya perkirakan harga emas masih aman di kisaran USD 1.100-1.200,” terang Marketing Manajer, Jimmie.

Dia menegaskan fundamental harga emas hingga akhir tahun ini tidak terpengaruh dengan pergerakan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Meskipun isu The Fed berencana menaikkan suku bunga. (wh)