Soeta Masuk Bandara Tersibuk di Dunia

Soeta Masuk Bandara Tersibuk di Dunia

 

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) tercatat sebagai  salah satu bandara tersibuk di dunia. Dalam laporan yang dirilis Airport World,  bandara berkode CGK ini tersebuk ke-8 di  dunia. Menurut media resmi dari Airport Council International ini, posisi ini naik satu tingkat disbanding tahun 2012 lalu.

Penempatan ini menjadikan Soeta lebih sibuk disbanding beberapa bandara besar lainnya. Seperti  Bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis, dan juga Bandara Dallas/Forth Worth di Texas, Amerika Serikat.

Sepanjang tahun lalu jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 62,1 juta penumpang atau meningkat 3,5 persen dibandingkan dengan 2012 yakni 60 juta penumpang.

Sementara itu, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Charles de Gaulle sebanyak 62 juta penumpang atau naik tipis 0,7 persen, dan Bandara Dallas/Forth Worth tercatat 60,4 juta penumpang atau meningkat 3,2 persen.

Bandara tersibuk di dunia tetap Bandara Hartsfield Jakcson di Atlanta, AS, dengan jumlah pergerakan penumpang 94,4 juta penumpang atau mengalami penurunan 1,13 persen.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.200 penerbangan setiap harinya yang dioperasikan oleh sebanyak 44 maskapai asing dan 19 maskapai lokal.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Daryanto menuturkan dari peringkat Airport Council International tersebut, maka Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga tercatat sebagai bandara tersibuk ke-4 di kawasan Asia Pasifik setelah Beijing Capital International Airport, Haneda International Airport di Tokyo, dan Dubai International Airport.

“Posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di peringkat ke-8 dunia dan ke-4 di Asia Pasifik ini menandakan pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan industri penerbangan nasional memang mencapai 2,5 kali dari pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Daryanto menuturkan PT Angkasa Pura II juga telah memiliki rencana induk pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menghadapi pertumbuhan jumlah penumpang pesawat.

“Terminal 1 dan Terminal 2 akan direvitalisasi dari masing-masing berkapasitas 9 juta penumpang menjadi masing-masing berkapasitas 18 juta penumpang dan 19 juta penumpang. Sementara itu, Terminal 3 yang berkapasitas 4 juta penumpang juga tengah dikembangkan menjadi 25 juta penumpang dimana ditargetkan bisa mulai dioperasikan pada 2015,” jelas Daryanto.

Dari sisi udara, kapasitas 2 runway juga akan ditingkatkan dari saat ini mampu melayani 64 penerbangan per jam menjadi 72 penerbangan tahun ini, lalu kemudian 86 penerbangan pada 2015.

Senior General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi menuturkan pihaknya selalu siap memberikan pelayanan prima kepada para penumpang pesawat.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan, baik itu di terminal maupun di fasilitas bandara lainnya seperti lahan parkir atau transportasi publik,” jelas Bram. (ozn/ram)