Socrates Awards: Surabaya Sisihkan 110 Kota Dunia

 

Socrates Awards: Surabaya Sisihkan 110 Kota Dunia

Kejutan masih dirasakan Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini usai menerima Socrates Awards. Ia mengaku tak menyangka, Europe Business Assembly (EBA) menyoroti perkembangan Kota Surabaya dari berbagai lini. Menirukan ungkapan dewan juri, Risma mengatakan jika EBA salut terhadap perkembangan pembangunan di Surabaya. Mereka memandang perkembangan kota Surabaya memang terlihat nyata, apa adanya.

“Jadi yang dilihat itu progress nya ada. Kita masuk di kategori future city. Jadi level nya kota. Kita ndak dibandingkan dengan Singapura karena kan levelnya sudah negara,” ujarnya.

Menyongsong penghargaan tertinggi Socrates Awards tersebut, Surabaya bersaing dengan 110 kota dari berbagai negara di dunia. Namun, hanya Surabaya dan kota Cetinje yang datang langsung ke London dan melakukan presentasi. Cetinje ialah salah satu kota di Montenegro, Eropa Timur.

Bedanya, Risma berpresentasi tanpa menggunakan teks. Hal itu langsung membuat Surabaya unggul dibandingkan kota Cetinje. “Dia (Cetinje) kalah dengan kami saat presentasi. Kami presentasinya lengkap tentang parameter kota masa depan. Diantaranya kota harus nyaman ditinggali warga, kebijakan inovatif serta mendorong masyarakat untuk maju. Mungkin belum sempurna, tetapi akan terus ditingkatkan,” jelas Risma.

Di samping itu, paparan Risma pada Summit of Leaders yang bertema Rapid Urbanization: Society, Economy, and Management menjelaskan lengkap berbagai program pemerintah kota Surabaya. Di antaranya program pendidikan dan kesehatan gratis untuk warga, tentang fasilitas taman dan olahraga, tentang kehidupan Lansia, upaya mendongkrak pendapatan dan membuka komunikasi dengan kota-kota di dunia tidak hanya kota-kota di Indonesia. Paparan Risma mendapat respon luar biasa dari EBA.

Selain Socrates Award, juga ada empat penghargaan lainnya yang ikut diarak. Empat penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya selama periode Januari-Maret 2014 tersebut yakni penghargaan Award Gizi kategori Peduli Penanggulangan Gizi Buruk, penghargaan Milleneium Development Goals (MDG’s) Award kategori pendidikan dengan bidang pengembangan layanan perpustakaan umum dan MDG’s Award kategori kesehatan ibu dan anak melalui pembentukan kelompok KB pria vasektomi. Juga penghargaan SINDO Weekly Government Award 2014 untuk kategori perempuan dan anak.

Kirab Socrates Award 2014 tersebut semakin meriah dengan adanya Tari Buku yang dilakukan 1.022 siswa-siswi SD di Surabaya. Tari buku yang digelar untuk memperingati peringatan Hari Buku ini pun diganjar Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tari buku dengan peserta terbanyak. Selain MURI, hadir pula Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sri Sularsi dan Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), Trini Hariyanti.(wh)