Soal WNI Hilang di Turki, Kapolda Jatim Minta Bantuan Interpol

Soal WNI Hilang di Turki, Kapolda Jatim Minta Bantuan Interpol
Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Jatim.

Hilangnya delapan warga Surabaya dari 16 orang yang memisahkan diri dari kegiatan wisata Smailing Tour, membuat Polda Jatim mengontak interpol.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan sebelumnya pihaknya telah memberitahukan kepada Mabes Polri terkait hilangnya 16 orang dari Indonesia yang diduga bergabung dengan gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Usai koordinasi dengan mabes Polri kami telah meminta kepada Interpol untuk membantu mencari delapan orang dari Surabaya ini disana,” tegas Irjen Pol Anas Yusuf disela-sela kegiatan HPN di GOR Soedirman, Senin (9/3/2015).

Dalam bantuan ini, Kapolda Jatim meminta bila menemukan warga Surabaya yang diduga bergabung dengan gerakan ISIS, maka diminta untuk dideportasikan atau dipulangkan secara paksa.

“Interpol diminta bantuan karena telah melewati batas wilayah Indonesia,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan diketahui 16 orang berangkat pada 23 Februari lalu ke Turki dengan alasan wisata. Dari Cengkareng mereka menaiki pesawat ke Istambul.Tanggal 26 Februari mereka (ke 16 orang itu red) memisahkan diri dari rombongan. Ada salah satu warga yang mengirim SMS kepada tour leader-nya disuruh untuk melanjutkan perjalanan tanpa menunggu mereka lagi.

Untuk mencegah terulangnya kembali warga berangkat ke Turki dan menghilang untuk bergabung dengan ISIS, Anas mengaku akan menggiatkan penangkalan.

“Akan koordinasi dengan pihak Bandara dan Kumham serta pihak Imigrasi untuk memantau orang yang berangkat keluar negeri,” pungkas dia. (wh)