Soal Sampah Plastik, Pemerintah Diminta Lebih Rapi Tegakkan Aturan

Soal Sampah Plastik, Pemerintah Diminta Lebih Rapi Tegakkan Aturan

Christine Halim. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah harus memberikan semacam insentif bagi mereka yang melakukan kegiatan daur ulang sampah. Ini bila mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang sampah. Pemerintah juga diminta lebih rapi dan detail dalam menegakkan aturan.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue bertajuk “Prospek Daur Ulang Plastik”, di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/3/2016).

“Contohnya di Bali, orang buang sampah diberi voucher yang dapat ditukarkan dengan bahan makanan. Ini dapat memacu orang dapat hidup sehat. Namun cara ini masih dilakukan pihak swasta yang diberi kewenangan mengelola sampah di sana,” ulasnya Kresnayana Yahya

Menurut dia, saat ini Surabaya sudah memiliki bank sampah yang tersebar di beberapa titik. Di antaranya bank sampah khusus kain perca, logam, botol dengan bahan kaca, dan plastik. Keberadaan bank sampah ini belum terintegrasi dengan baik.

“Ini adalah PR kita ke depan. Contohnya, kita harus menyadarkan pentingnya memilah sampah, antara sampah organik dan non organik. Dengan demikian kita dapat memahami jika sampah yang kita pilah tersebut dapat berguna jika diolah dengan semestinya,” ungkap dia.

Di Jepang, jika masyarakat membeli barang daur ulang atau recycle, masyarakat bakal mendapatkan insentif. “Pendapatan daur ulang bagi kantong plastik di Indonesia mencapai Rp 11 triliun, ini pendapatan yang sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim mengatakan, jika kesadaran akan mengelola sampah atau limbah di Indonesia belum disadari sepenuhnya. Belakangan, orang- orang yang mendaur ulang sampah, terutama pelaku usaha yang mendaur ulang plastik, bakal dikenai PPN. “Ini membuat bisnis daur ulang plastik bakal ke depan makin berat,” ujarnya.

Saat ini, ADUPI bakal melakukan pengajuan kepada pemerintah untuk memasukkan pelajaran tentang pentingnya mengolah sampah di sekolah. “Hal ini kami rasa sangatlah penting untuk menumbuhkan semangat mengolah sampah dari usia dini. Selain itu, pelajaran ini juga dapat membentuk jiwa bersih dan sehat kepada anak-anak kita sebagai penerus bangsa kedepan,” paparnya. (wh)

1 komentar di “Soal Sampah Plastik, Pemerintah Diminta Lebih Rapi Tegakkan Aturan

Komentar di tutup.