Soal Royalti Android, Microsoft Gugat Samsung

 

Soal Royalti Android, Microsoft Gugat Samsung

Microsoft mengatakan pihaknya menggugat Samsung karena mengancam untuk berhenti membayar royalti kepada Microsoft atas paten untuk sistem operasi Android.

Pada September 2011 lalu, terjadi kesepakatan antara dua perusahaan itu untuk lisensi portofolio paten masing-masing. Samsung disebutkan membayar royalti kepada Microsoft untuk lisensi pada serangkaian paten.

Analis Rick Sherlund dari Nomura Securities memperkirakan, royalti atas paten Android yang diperoleh Microsoft mencapai hampir USD 2 miliar per tahun.

Microsoft, yang berbasis di Redmond, Washington, mengatakan, lebih dari 25 perusahaan yang menjalin kerja sama untuk lisensi paten, termasuk Samsung, Acer dan ZTE. Semuanya itu meliputi sekitar 80 persen dari telepon pintar berbasis Android yang dijual di AS.

Dalam sebuah posting di blog Jumat, penasihat deputi general Microsoft Corp mengatakan, Samsung Electronics Co Ltd memutuskan untuk melanggar kontrak setelah pada September lalu Microsoft mengumumkan mengakuisisi perangkat bisnis Nokia.

Setelah awalnya menolak untuk membayar royalti pada tahun kedua dari kesepakatan itu, Samsung melakukan pembayaran di akhir November. Namun, dalam pembayaran itu, Samsung tidak menambahkan bunga. Hal itu terungkap dalam salinan gugatan yang diajukan Microsoft ke Pengadilan Federal di New York.

Dalam gugatan itu, Microsoft juga menuduh bahwa Samsung telah meminta otoritas persaingan Korea Selatan untuk mengubah kontrak guna mengurangi atau menghilangkan pembayaran kepada Microsoft.

Seorang juru bicara Samsung tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar terkait gugatan itu. (bst/ram)