Soal Perda Miras, Dewan Surabaya Warning Pengusaha Nakal

Soal Perda Miras, Dewan Surabaya Warning Pengusaha Nakal

DPRD Surabaya siap melawan jika nantinya pengusaha tidak menaati Peraturan Daerah (Perda) pengendalian minuman beralkohol.  Komisi B  Bidang Perekonomian bertekad mengawal  peraturan tersebut dan melawan bagi para pengusaha  nakal yang membangkang.  Perda tersebut melarang penjualan miras secara bebas di toko-toko modern.

“Pengusaha pun saya lawan jika menjual minuman beralkohol di tempat umum,” kata Ketua Pansus Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol Komisi B DPRD Surabaya Blegur Prijanggono di Surabaya, Selasa (25/3/2014).

Menurut dia, pengusaha minuman beralkohol yang tidak berkenan dengan raperda ini hanya memikirkan profit atau keuntungan pribadi saja, tidak memikirkan dampak sosial akibat penjualan bebas minuman itu.

“Jika mereka tidak menerima bisa melakukan uji publik atas perda ini. Tinggal masyarakat Surabaya setuju apa tidak,” ujarnya.

Blegur mengakui bahwa menghilangkan minuman beralkohol di Surabaya tidak mungkin terjadi karena Surabaya merupakan kota metropolitan. Namun yang bisa dilakukan Pemkot dan DPRD Surabaya adalah melakukan pengendalian dan pembatasan minuman itu di toko modern, toko swalayan atau minimarket.

Tujuan dari raperda yang rencananya akan disahkan pada April mendatang, menurut Blegur agar minuman beralkohol seperti bir tidak familiar di kalangan anak-anak. Apalagi minuman tersebut disandingkan bersamaan dengan minuman tak beralkohol lainnya sepeti fanta, cocacola dan lainnya.

“Apalagi sekarang ada bir yang rasanya manis. Tentunya ini membahayakan bagi anak-anak yang tidak tahu jika minuman tersebut beralkohol,” ujarnya.

Ia mengatakan jika tidak diawasi dan dikendalikan, maka dikhawatirkan bisa merusak generasi pemuda. Arah dari perda ini, lanjut dia, semata-mata diharapkan kriminalitas di Kota Surabaya berkurang.

“Dengan perda ini, akan ditata tempat penjual alkohol. Bila perlu pengusaha membuat tempat khusus penjualan bir.” ujarnya.

Blegur mengatakan ada tempat-temat yang diperbolehkan menjual bir seperti diskotik, karaoke dewasa, pub dan tempat hiburan orang dewasa lainnya. (ram)