Soal Penundaan Pilwali, KPU Surabaya Tak Mau Berspekulasi

Soal Penundaan Pilwali, KPU Surabaya Tak Mau Berspekulasi
Ketua KPU Kota Suarabaya Robiyan Arifin, di kantornya, Jalan Aditya Warman Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Terkait wacana mundurnya pelaksanaan pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015 lantaran tidak ada calon yang bisa menandingi calon incumbent Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya angkat bicara.

Ketua KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin meminta agar semua pihak yang ada untuk tidak berasumsi berlebihan dalam proses pencalonan Pilwali Kota Surabaya 2015.

“Proses pendaftaran calon Pilwali kota Surabaya baru dibuka pada tanggal 26 hingga 28 Juli 2015. Kami tidak ingin berkomentar lebih jauh,” ungkap dia kepada enciety.co di kantornya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Ia mengingatkan, proses Pilwali Kota Surabaya 2015 masih panjang. “Jika proses pendataran belum dibuka, bagaimana kita bisa tahu berapa calon yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah lima tahunan tersebut?” terang dia.

Robi menegaskan, untuk menentukan siapa saja calon yang berlaga dalam proses Pilwali Kota Surabaya dibuktikan dengan mendaftar di KPU Kota Surabaya.

“Calon Wali Kota adalah individu yang mendaftarkan diri melalui KPU, kami mengimbau jika data dan faktanya belum terjadi janganlah kita langsung menarik kesimpulan yang berlebih,” paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa semua pihak yang terlibat harus melihat proses yang saat ini sedang dijalankan oleh KPU Surabaya. “Saat ini kami masih dalam tahapan meng-update data daftar pemilih tetap (DPT) Pilwali 2015,” tegasnya. (wh)