Soal Kenaikan Harga Barang, Jangan Selalu Kambinghitamkan Distributor

Soal Kenaikan Harga Barang, Jangan Selalu Kambinghitamkan Distributor
Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jatim Dindin Syamsudin dan Kresnayana Yahya dalamtalkshow di Suara Surabaya. Jumat (19/6/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada 15 Juni 2015 lalu. Penerbitan Perpres bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga barang yang beredar di pasar.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, dalam menanggapi perpres tersebut harus melihat dari dua sisi yang berbeda. Langkah tersebut merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah dalam upaya menstabilkan harga pasar.

“Namun jika banyak barang yang membanjiri pasar memang otomatis harga akan turun. Keadaan demikian juga tidak baik bagi para pedagang,” kata Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (19/6/2015).

Menurut Kresnayana, masyarakat harus diberikan informasi yang cukup agar tidak terjadi panic buying. “Selain itu, dalam situasi seperti ini distributor jangan selalu dijadikan kambing hitam. Memang ada perbandingan harga antardaerah. Bisa jadi hal ini disebabkan karena adanya kelangkaan produsen di tiap-tiap daerah,” tukasnya.

Saat ini, sambung dia, harga komoditas di dunia sangat stabil. Ditambah lagi hasil panen komoditas pangan kita sangat bagus. “Jika ada kenaikan harga sembako, maka hal tersebut terlihat aneh,” ungkap dosen Statistika ITS tersebut.

Wakil Kepala Perum Bulod Divre Jatim Dindin Syamsudin menegaskan, meskipun dinilai terlambat, namun Perpres itu memberikan kepastian dalam bentuk payung hukum secara tertulis setelah sekian lama menunggu masalah kelangkaan dan gejolak harga.

“Pemerintah ingin mengatur harga eceran agar tidak terlalu tinggi dan pedagang dilarang untuk menyimpan atau menimbun barang-barang kebutuhan pokok selama lebih dari tiga bulan,” katanya.

Tindakan kebijakan pemerintah sekecil apapun akan berdampak cukup baik terhadap perubahan harga bahan Pokok.Contohnya opreasi pasar (OP) bantuan distribusi ongkos angkut dan pasar murah cukup ampuh mengendalikan harga.

“Bila pemerintah tidak segera mengambil tindakan, dikhawatirkan harga bahan pokok akan terus bergerak naik tanpa kendali dan dampaknya dipastikan inflasi bulan depan akan naik cukup tinggi,” papar dia. (wh)