Soal ISIS, Risma Respons Pernyataan Kedubes AS

Soal ISIS, Risma Respons Pernyataan Kedubes AS
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) saat berada di Posko Crisis Center AirAsia QZ8501 Surabaya untuk mendampingi keluarga korban penumpang pesawat. avit hidayat/enciety.co

Merespons pernyataan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) melalui situs resminya membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini angkat bicara.

Ditemui wartawan di sela-sela pendampingan terhadap keluarga korban pesawat AirAsia QZ8501 di Mapolda Jatim, Minggu (4/1/2015), Risma menegaskan bahwa Surabaya tetap aman dari gangguan terorisme dan organisasi terlarang ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham).

“Surabaya tetap aman, Insya Alloh nggak ada apa-apa. Surabaya masih biasa-biasa saja. Surabaya aman,” tegasnya di Crisis Centre Markas Polda Jatim.

Selama ini Risma mengaku telah melakukan pengamanan sesuai standar yang telah ditetapkan, jauh sebelum adanya pengumuman kewaspadaan keamanan oleh Kedubes AS. Di antaranya dengan berkoordinasi dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga berkoordinasi bersama Polrestabes Surabaya.

Mengenai dugaan adanya beberapa warga Jawa Timur yang berangkat ke Suriah melalui Bandara Juanda, menurut Risma tidak bisa dijadikan alasan bahwa Surabaya tidak aman. Menurutnya, warga tersebut bukan warga Surabaya dan hanya melalui Bandara untuk bertolak.

“Pak Kapolres (Kombes Pol Setija Junianta) sudah tanya ke kedubes, itu apa ada nggak, nggak ada apa-apa,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kedubes AS merilis bahwa Surabaya berpotensi mendapatkan ancaman di beberapa fasilitas umum seperti di bank, hotel dan lain-lain. Bahkan asumsi Kedubes AS ini kemudian menjadi rekomendasi untuk warganya yang tinggal di Surabaya agar meningkatkan kewaspadaan. Dalam pernyataan itu memang tidak dijelaskan apa potensi ancaman yang diprediksi terjadi di Surabaya. (wh)