Soal AirAsia, Angkasa Pura Ngaku Tak Berhak Ubah Rute Penerbangan

Soal AirAsia, Angkasa Pura Ngaku Tak Berhak Ubah Rute Penerbangan

PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda menegaskan tidak memiliki wewenang untuk mengubah jadwal dan rute penerbangan. Penegasan ini tidak lepas dari banyaknya opini yang berkembang tentang posisi AP I  Cabang Juanda terkait musibah yang menimpa AirAsia QZ8501, tujuan Surbaya-Singapura pada 28 Desember 2014.

Communication and Legal Section Head AP I Juanda, Andrias Yustinian bisa memahami ketidaktahuan posisi perusahaan BUMN tersebut. “Kita bisa memahami ketidaktahuan publik tentang posisi dan job description selaku operator bandara,” terang dia, Senin (5/1/2015).

Yustinian lalu menegaskan, sejak November 2013 posisi seluruh operator bandara dibawah PT AP I hanya mengurus land side (sisi darat), termasuk AP I Juanda. Sementara untuk air side (sisi udara) pemerintah telah menunjuk Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Land side yang dikontrol AP I Juanda sudah tidak lagi mengawasi lalu lintas udara, seperti slot time, air traffic controller (ATC), briefing officer, sampai flight plan. Poin-poin tersebut saat ini telah dikerjakan oleh AirNav Indonesia.

“Tugas kita saat ini, menerima manives dari airline. Semisal jadwal take off-landing, jumlah penumpang, penyiapan area parkir pesawat, untuk diteruskan ke appron movement controll (AMC),” jelasnya.

Dia menambahkan, laporan dari ATC biasanya juga diteruskan ke AMC untuk menyiapkan area parkir pesawat.

Terkait musibah yang menimpa AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura, AP I Juanda menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan.

“Bukan berarti kita cuci tangan, karena semua ada prosedur yang harus dijalani. Sementara job description kita sudah jelas,” urai pria yang juga pernah menduduki pos serupa di AP I Cabang Sultan Hasanuddin Makassar itu. (wh)