SMPN 2 Surabaya Kembangkan Teknologi Hidroponik

SMPN 2 Surabaya Kembangkan Teknologi Hidroponik
Hastawati, Kepala Kesiswaan SMP Negeri 2 Surabaya, memamerkan hasil panen sayuran hasil hidroponik disela pameran pendidikan, Kamis (28/10/2015). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Semakin sempitnya lahan tanah pertanian di Kota Surabaya membuat para siswa SMP Negeri 2 Surabaya berinovasi dibidang pertanian hidroponik. Pada acara Pameran Pendidikan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya di Gedung Balai Pemuda Surabaya, 27-29 Oktober 2015. Para siswa memamerkan hasil pertaniannya berupa sayuran hidroponik yang ditanamnya di sekolah.

“Kami memang mewajibkan bagi anak didik kami agar dapat menghasilkan sayuran hidroponik yang nantinya dapat dijual,” ungkap Hastawati, Kepala Kesiswaan SMP Negeri 2 Surabaya, disela pameran pendidikan, Kamis (28/10/2015).

Sudah setahun ini SMP 2 Surabaya telah menggalakkan kegiatan bercocok tanam secara hidroponik. Hasta mengatakan, jika kegiatan ini selain mengajarkan kepada para siswa untuk dapat berinovasi di bidang pertanian, para siswa juga dituntut agar dapat memasarkan hasil pertanian tersebut.

“Kali ini, selama 5 bulan masa bercocok tanam, kami telah berhasil memanen 3 kilogram lebih sayur sawi dan selada air. Sayuran itu ditanam sendiri oleh anak-anak dilingkungan sekolah,” ulasnya.

Sayuran hidroponik yang ditanam siswa SMP Negeri 2 Surabaya yang dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (29/10/2015). arya wiraraja/enciety.co
Sayuran hidroponik yang ditanam siswa SMP Negeri 2 Surabaya yang dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (29/10/2015). arya wiraraja/enciety.co

Ketika selesai dipanen, hasil panen tersebut dirapikan dan dibungkus layaknya produk pertanian yang dijual di supermarket dan mal. “Setelah sayur sawi dan selada air tersebut dibersihkan, lantas kami bungkus dengan plastik bening yang telah kami beri label. Label ini diberikan untuk menambah nilai jual dari sayur yang kami tawarkan, selain itu, dengan adanya plastik tersebut menjadi media promosi bagi kami juga,” papar dia.

Untuk satu kemasan plastik dengan isi dua ikat sayur sawi dan selada air, para siswa SMP 2 membandrolnya dengan harga Rp 10 ribu. “Dengan semangat dan perjuangan anak-anak yang saban hari bergantian menjaga agar air yang ada pada media tanam hidroponik terus teraliri agar tanaman tidak mati. Kami membandrol hasil panen pertama kami ini dengan harga tersebut,” urai Hasta. (wh)