SMF Siap Terbitkan Efek Beragun Aset Rp 1 Triliun

 

SMF Siap Terbitkan Efek Beragun Aset Rp 1 Triliun

 

Tahun ini, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berencana menerbitkan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 1 triliun. Penerbitan EBA-SP yang memiliki underlying kredit pemilikan rumah (KPR) ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kredit.

 

“Kami merencanakan menerbitkan  Rp 1 triliun, tetapi bisa lebih besar,” tutur Dirut SMF Rahardjo Adisusanto kepada pers di Jakarta, Senin (20/1/2014).

 

Rahardjo menegaskan, Efek Beragun Aset-SP yang akan diterbitkan memiliki underlying kredit pemilikan rumah (KPR) kelas menengah bawah yang dinilai lebih aman ketimbang KPR dengan kelas menengah atas.

 

KPR segmen bawah tidak terpengaruh oleh tren suku bunga acuan Bank Indonesia lantaran mendapat subsidi dari pemerintah dan memiliki suku bunga tetap 7,25 persen. Rencananya, Efek Beragun Aset-SP milik SMF akan diterbitkan pada semester II 2014 dengan jangka waktu antara 5 hingga 7 tahun. 

 

Bisnis properti diperkirakan tetap  prospektif, khususnya untuk  segmen rumah menengah bawah. Selama ini  kebutuhan  rumah  untuk menengah bawah tak mampu dipenuhi dari pasokan yang tersedia.

 

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganeffo mengatakan  rumah bersubsidi akan akan tumbuh di 2014. “Pasokan ke pasar juga diprediksi akan meningkat,” ucap Eddy. 

 

Beberapa faktor yang memengaruhi rumah subsidi akan tumbuh pesat adalah bunga untuk KPR pada tahun 2014 masih relatif fixed. Real Estat Indonesia (REI) menargetkan pembangunan sekitar 110 ribu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini.(wh)