Smartfren Konversi Obligasi jadi Saham Senilai Rp 7,4 Triliun

Smartfren Bukukan Laba Bersih Rp 1,01 M

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) segera mengonversi obligasi wajib konversi (OWK) menjadi saham dengan total Rp 7,4 triliun. Jumlah saham hasil konversi setara dengan 74 miliar saham seri C. Obligasi yang dikonversi adalah OWK I dan II dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Pelaksanaan konversi OWK dan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 21 September 2015.

Direktur Keuangan Smartfren Antony Susilo mengatakan, pihak yang mengonversi OWK tersebut adalah pemegang saham lama perseroan. Pemegang saham ini akan mengambil alih saham hasil konversi dari para pemegang OWK I dan II. “Hampir seluruh pihak yang akan mengkonversi OWK adalah pemegang saham lama. Ada pihak global sekaligus pemegang OWK yang juga akan mengkonvesi, tapi nilainya kecil,” jelasnya.

Per Juni 2015, Smartfren telah menerbitkan OWK I senilai Rp 4,7 triliun. Menurut Antony, jumlah yang telah dikonversi menjadi saham sebesar Rp 1,1 triliun. Para pemegang OWK I adalah PT Global Nusa Data dan PT Wahana Inti Nusantara selaku pemegang saham Smartfren, serta Cascade Gold Limited selaku pihak ketiga.

Sedangkan penerbitan OWK II sebesar Rp 6 triliun direalisasikan pada Juni 2015. Para pemegang OWK II adalah PT Dian Swastatika Sentosa, yang merupakan pihak berelasi dengan Smartfren. Lalu, Cascade Gold Limited juga turut menjadi pemegang OWK II. (bst)