Smartfren Bukukan Laba Bersih Rp 1,01 M

 

Smartfren Bukukan Laba Bersih Rp 1,01 M

Sepanjang kuartal I tahun 2014, PT PT Smartfren Telecom Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,01 miliar. Mengutip laporan keuangan perusahaan ini yang dirilis, Senin (5/5/2014),  capaian ini cukup bagus. Pasalnya, pada periode yang sama pada 2013 lalu, perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 355,5 miliar.

Sepanjang tiga bulan pertama 2014, Smartfren mencetak pendapatan sebesar Rp 722,8 miliar, naik 29,79 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 556,9 miliar.

Sejalan dengan hal tersebut, beban usaha perseroan juga meningkat 14,68 persen, menjadi Rp 1,01 miliar. Adapun perseroan mencatatkn rugi usaha sebesar Rp 287,5 milair, turun 11,28 persen dibanding rugi bersih periode sama tahun lalu Rp 324,05 miliar.

Lebih lanjut kas dan setara kas perseroan pada kuartal I-2014 sebanyak Rp 817,4 miliar, meroket 819 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 88,93 miliar. Sedangkan total liabilitas perseroan per Maret 2014 sebesar Rp 12,61 triliun, turun 1,56 persen dari periode sama tahun lalu Rp 12,81 triliun.

Direktur Keuangan Smartfren, Anthony Susilo pernah mengatakan, perseroan akan fokus mendorong laju laba sebelum bunga, pajak, amortisasi, dan depresiasi (EBITDA) positif di tahun ini.

Catatan positif juga dipetik operatot CDMA lainnya, yakni  PT Bakrie Telecom Tbk. Sepanjang kuartal I meraih laba bersih sebesar Rp 210,7. Padahal, pada kuartal I-2013, perseroan masih mencatatakan rugi bersih Rp 97,5 miliar.

Laba bersih dipicu oleh peroleh laba selisih kurs sebesar Rp 440,12 miliar. Perseroan dengan merek dagang Esia meraih laba bersih lantaran mampu menekan beban usaha sebesar 14,26 persen  menjadi Rp 456,26 miliar dari beban usaha kuartal I-2013 sebesar Rp 532,12 miliar.

Namun demikian, sepanjang Januari hingga Maret 2014,  perseroan meraih pendapatan usaha sebesar Rp471,13 miliar, merosot 31,12 persen dari pendapatan usaha Januari-Maret 2013 senilai Rp 683,94 miliar. (bns/ram)