SKK Migas Gagal Penuhi Target Produksi

SKK Migas Gagal Penuhi Target Produksi

Menjelang tutup tahun, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) belum bisa memenuhi target produksi sebesar 90.000 barel barel/hari dan gas sebesar 600 MMSCFD.

Kondisi ini dipicu karena proses eksploitasi masih belum sesuai harapan. Masih banyak gangguan produksi yang terjadi dilapangan, seperti kerusakan-kerusakan peralatan yang dipakai.

“Target yang ditetapkan tidak tercapai 100% sesuai harapan,” kata Kepala SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Ag. Djoko Widhihananto di Pasuruan kemarin.

Djoko mengatakan, belum tercapainya produksi minyak dan gas di Jabanusa disebabkan oleh penurunan alamiah, dan kurangnya supporting saat melakukan eksplorasi.

“Saat ini target produksi yang dibebankan oleh SKK Migas Jabanusa baru tercapai 96 persen,” katanya usai Media Workshop Industri Hulu Migas Sebagai Obyek Vital Nasional di Finna Resort, Pasuruan).

Meski demikian Djoko menegaskan kalau SKK Migas Jabanusa tetap akan berusaha supaya  target bisa tercapai mengingat produksi minyak dan gas di Jabanusa kadang tidak terduga.

“Kalau dihitung lagi dengan sisa waktu di akhir bulan atau akhir 2014 kami tetap optimis asal supporting untuk eksploirasi dikebut maintenance-nya meski berat,” ujarnya.

Lebih lanjut Djoko Widhihananto mengatakan, SKK Migas Jabanusa masih memiliki 29 blok yang belum dieksploirasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

“Dalam waktu dekat kami segera mengeksploirasi blok di Nusa Tenggara Barat yang digarap oleh KKKS ENI West Timor Ltd,” paparnya.

Saat ditanya target produksi minyak dan gas di tahun 2015. Dijelaskan Djoko Widhihananto, sedang dalam proses dan melihat evaluasi di tahun 2014.

“Kami belum bisa menghitung besaran produksinya. Mudah-mudahan bisa mengalami kenaikan di tahun 2015,” pungkasnya.

Saat ini, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan hasil capaian. Jika capaian tidak baik, maka target yang akan dipasang tidak akan muluk-muluk. “Kita akan tetapkan setelah raker,” ujar dia.

Sementara itu, Humas SKK Migas Priandono Hernanto menambahkan, saat ini wilayah kerja SKK Migas yang beroperasio sebanyak 321, sedangkan 75 tahap produksi, dan 192 tahap eksplorasi. “Kita akan berupaya menemukan minyak, itu tugas kita,” katanya.

Menurut dia, jika tidak ditemukan minyak dan gas, dikhawatirkan persediaan akan menipis. Pasalnya, saat ini cadangan minyak yang dimiliki sebanyak 7,998, 54, sedangkan cadangan gas sebesar 159,64.

“Untuk gas memang agak repot, harus mencari pembeli dulu. Kalau minyak kan bisa ditimbun,” terang Pri. (wh)