Situs Makinpintar.com Diluncurkan di Kampus Unair

Situs Makinpintar.com Diluncurkan di Kampus Unair
MoU Situs Makinpintar dengan Unair di Kampus C Unair, Senin (25/1/2016). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Situs Makinpintar.com dilucurkan. Situs ini bertujuan untuk mempertemukan siswa, guru, dan pegiat pendidikan di Indonesia agar lebih mudah berkomunikasi.

Kepala Pusat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Soegianto Soelistiono mengatakan, internet adalah alat yang sangat kuat untuk mendongkrak percepatan pendidikan di Indonesia.

“Tidak ada satupun social media itu yang fokus di bidang pendidikan. Nah, di makinpintar.com ini, semua penggunanya akan teregulasi,” kata Soegianto dalam peluncuran makinpintar.com di Kampus C Unair, Senin (25/1/2016).

Dia mengatakan, orang Surabaya saat ini tidak mungkin tidak punya gadget. Satu orang bisa gadgetnya tiga. Ini artinya orang Surabaya telah menjadi citizen net.

Menurut dia, gadget dan internet bagi orang Indonesia saat ini mengarahkan penggunanya pada media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, dan lainnya yang tidak teregulasi di Indonesia.

Berbicara mengenai regulasi berarti para penggunanya adalah orang-orang yang jelas ada dan kompeten di bidangnya. Terutama gurunya, serta siapa siswa yang bertanya. Dengan adanya makinpintar.com, siswa di seluruh Indonesia diharapkan lebih mudah mengakses informasi mengenai ilmu pengetahuan, serta informasi lainnya seputar dunia pendidikan dari guru-guru yang kompeten.

Situs makinpintar.com ini dikembangkan dari dua blog yang dibesut oleh Unair di bidang pendidikan. Kedua blog itu adalah guru-indonesia.net dan siswa-indonesia.net yang kini sudah memiliki 90.000 pengguna terdaftar.

“Kenapa social media, karena pada umumnya budaya orang Indonesia itu budaya dongeng, tampak dari berapa banyak pengguna facebook dan twiter itu kan. Jadi di makinpintar.com murid bisa bertanya pada guru dan sebaliknya, terjadi komunikasi yang cepat,” ujarnya.

Soegianto yang merupakan pendiri makinpintar.com mengatakan, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya adalah bagaimana menjadikan obrolan di dalam situs sosial media pendidikan itu menjadi lebih menarik.

“Karena mindset orang kan obrolan tentang pendidikan itu enggak enak, serius dan sebagainya. Makanya nanti akan lebih banyak gambar-gambar. Ini masih menjadi PR kami,” tutur dia.

Soegianto akan menyiapkan desainer-desainer yang kompeten untuk membuat gambar-gambar di situs itu menjadi menarik. Selain itu, katanya, mahasiswa Unair akan dilibatkan dalam proyek ini terutama menjadi bagian dari moderator dan admin di makinpintar.com.

Menurutnya, makinpintar.com juga akan menyediakan fitur lengkap dalam berkomunikasi. Mulai chatting, video conference, dan fitur-fitur lainnya.

Ia berharap, ke depan antara siswa dan guru serta sekolah yang tergabung dalam situs ini dapat menggagas program diskusi interaktif melalui fasilitas komunikasi yang ada.

Sementara Bagas D. Bawono salah satu developer makinpintar.com yang bekerjasama dengan Unair menargetkan, hingga akhir tahun 2016 setidaknya ada 5 juta pengguna terdaftar dan aktif.

“Karena sebenarnya situs ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk guru dan siswa, tapi juga orangtua, agar tetap bisa memantau aktivitas anaknya selama bersekolah,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Unair Surabaya, Junaidi Khotib, menuturkan makinpintar.com ini merupakan awal dari terciptanya kolaborasi dinamis pendidikan antar guru, siswa dan seluruh penggiat pendidikan di Indonesia.

“Besar harapan kita agar ini bisa menjadi Iangkah awal untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia,” tandasnya.

Dari sisi ekonomis, makinpintar.com nantinya juga akan bekerja sama dengan bebrapa pihak untuk menyediakan fasilitas penunjang pendidikan dengan harga murah dan terjangkau. Misalnya, untuk mengantisipasi harga-harga buku penunjang pendidikan yang cukup mahal, makinpintar.com akan bekerja sama dengan pihak penerbit untuk men-substitusi buku-buku tersebut dengan format E- Book yang harganya lebih terjangkau dan mudah diakses. (wh)