Siswa Surabaya Peringati Hari Lahir Pancasila Di Atas KRI Makassar-590

Siswa Surabaya Peringati Hari Lahir Pancasila Di Atas KRI Makassar-590

Siswa diajak mengenal Hari Lahir Pancasila di atas kapal KRI Makassar-590 yang sedang bersandar di Armatim, Rabu (1/6/2016).

Negara Indonesia yang dikenal kaya dengan sumber daya alamnya, diketahui menjadi incaran negara lain. Negara-negara tersebut yang ingin menguasai Bumi Pertiwi ini berusaha memecah persatuan di masyarakat terutama generasi mudanya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Pertama TNI Benny Rijanto kepada puluhan siswa SMP Negeri 27 dan SMA Barunawati saat mengikuti semarak bela negara di darat, udara dan laut (Raturala) dalam rangka peringati pidato Bung Karno dan Hari Lahir Pancasilan pada 1 Juni 1945.

“Negara ini sangat kaya dan banyak yang ngincer. Budaya kita dirusak oleh bangsa lain yang gak ingin bangsa ini maju. Negara lain menghancurkan persatuan dan memberikan ancaman nyata dengan melecehkan Pancasila, adanya terorisme, narkoba, perompakan illegal fishing hingga pengangguran,” tegas Laksamana Pertama TNI Benny Rijanto di atas kapal KRI Makassar-590 yang sedang bersandar di Armatim, Rabu (1/6/2016).

Menurut jendral berbintang satu ini, untuk mencegah para pemuda Indonesia di ambang kehancuran, diharapkan dapat membentengi diri dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupannya.

Para pemuda kesemuanya harus mempunyai semangat bela negara dan tidak boleh menurun kebanggaan terhadap Pancasila yang dibuat oleh guru bangsa. “Bela negara adalah sikap dan perilaku untuk mencintai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dalam menjamin kelangsungan hidup,” tuturnya.

Dalam acara yang berlangsung gayeng tersebut, Laksamana Pertama TNI Benny Rijanto mengajak para siswa untuk mengenali para Pahlawan Indonesia. Sayangnya dari 6 pahlawan Indonesia yang ditampilkan di layar, hanya dua saja yang diketahui yaitu Ir Soekarno dan Panglima Besar Jendral Soedirman.

“Banyak anak muda ndak kenal pahlawan Indonesia. Kalian malah lebih tahu pahlawan rekaan dari Amerika seperti Superman dan Batman,” keluhnya. (wh)